BPBD Jember Gerak Cepat Atasi Dampak Kekeringan, Ratusan KK Sudah Terima Bantuan Air Bersih

Rabu, 08/07/2026 - 19:03
Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo

Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo

Klikwarta.com, Jember - Pemerintah Kabupaten Jember mulai mengintensifkan penanganan dampak musim kemarau di sejumlah wilayah. 

Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), bantuan air bersih telah disalurkan kepada warga yang mengalami kesulitan memperoleh pasokan air, sembari memperkuat langkah antisipasi agar krisis air tidak meluas.

Sejumlah desa yang mulai terdampak menjadi prioritas penanganan. Di Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, BPBD telah mendistribusikan air bersih kepada 125 kepala keluarga. 

Sementara di Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat, bantuan serupa diterima sekitar 100 kepala keluarga.

Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan hasil pemantauan dan laporan dari masyarakat. Karena itu, pihaknya terus memetakan daerah-daerah yang berpotensi mengalami kekeringan agar respons dapat dilakukan lebih cepat.

"Pemantauan terus kami lakukan, baik terhadap kondisi cuaca maupun ketersediaan sumber air di lapangan. Dengan begitu, ketika ada wilayah yang mulai mengalami kesulitan air bersih, kami bisa segera bergerak," ujar Edy Budi Susilo, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, BPBD telah menyiapkan armada tangki air yang siap diterjunkan sewaktu-waktu apabila ada permintaan dari wilayah terdampak. 

Koordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, dan instansi terkait juga terus diperkuat agar distribusi bantuan berjalan efektif.

Selain memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, Pemkab Jember juga menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko kekeringan pada masa mendatang. Upaya tersebut dilakukan agar penanganan tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga mampu meningkatkan ketahanan daerah menghadapi musim kemarau.

BPBD mengajak masyarakat untuk menggunakan air secara hemat serta tidak menunda pelaporan apabila mulai terjadi kekurangan air bersih. Warga dapat menyampaikan laporan melalui pemerintah desa, kecamatan, atau layanan Wadul Gus'e di nomor WhatsApp 081130311188 maupun melalui akun media sosial @wadul.guse agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin. (**) 

Berita Terkait