Bupati Bengkulu Tengah Ferry Ramli Saat Melakukan Konferensi Pers
Kliwarta.com, Bengkulu Tengah - Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah menetapkan status siaga menjadi darurat bencana, hal dilakukan setelah satu orang warganya dinyatakan positif Covid-19, Sabtu (9/5/2020). Berdasarkan hasil pemeriksaan Swab Balai Laboratorium Palembang, pasien 01 tersebut merupakan DP (52) saat ini sedang dirawat di RSHD Kota Bengkulu.
Bupati Bengkulu Tengah Ferry Ramli dalam konferensi persnya mengatakan akan melakukan penelusuran kepada orang -orang yang pernah melakukan kontak fisik terhadap pasien 01 tersebut. Ia juga menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang jangan panik tetap patuhi protokoler kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.
"Kepada masyarakat Kabupaten Bengkulu Tengah untuk tetap tenang, tidak perlu panik namun tetap harus waspada. Kita semua harus mengikuti setiap protokol kesehatan dan protokol penangan Covid-19 dengan mengikuti instruksi penanganan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19”, jelas Ferry Ramli, saat melakukan konferensi pers di di Aula kantor Camat Pondok Kelapa.
Ferry Menambahkan, selain itu juga untuk pasien dalam perawatan (PDP) hendaknya wajib tetap mengikuti prosedur dirumah sakit rujukan. Bupati juga memerintahkan kepada Dinas Kesehatan Bengkulu Tengah untuk melakukan penelusuran kepada orang-orang yang melakukan kontak kepada pasien yang dinyatakan positif Covid-19.
"Dengan adanya masyarakat Bengkulu Tengah yang terindikasi postif Covid-19, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah kedepannya akan tetap siaga dan akan lebih memperketat penjagaan dan pemantauan terhadap orang yang masuk ke daerah Bengkulu Tengah. Serta mengajak semua pihak untuk meningkatkan sistem kewaspadaan serta menjaga stabilitas sosial kemasyarakatan", tegas Ferry.
Menambahkan Kapala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Tengah Gusti Miniarti menyatakan sudah melakukan penulusuran epidemiologi dengan protokol yang sesuai ketetapan kementerian kesehatan dengan melakukan pendataan riwat kontak pasien dengan warga sekitar.
“Dinas Kesehatan Bengkulu Tengah akan melakukan Swab test untuk keluarga korban yang nantinya akan kita kirim ke balai besar labaratorium Palembang, selain itu juga akan dilakukan Rapid test kepada warga sekitar yang memiliki riwat melakukan interaksi kepada pasien dalam waktu 14 hari terakhir“, jelas Gusti.
Tururt hadir dalam konferensi pers, Wakil Bupati Bengkulu Tengah, Ketua DPRD, Sekda, Kapolres, Dandim, Kejari, Kadinkes, Ketua BPBD, Kadis Kominfo, Camat Pondok Kelapa dan Kepala OPD lainnya. (MC)








