Noken Lokal di Maybrat Harus Diberdayakan Agar Tidak Terkikis Zaman

Selasa, 14/07/2020 - 21:53
Tas Noken di Maybrat
Tas Noken di Maybrat

Klikwarta.com, MaybratPapua Barat - Noken adalah tas tradisional yang terbuat serat kulit kayu harus terus diberdayakan agar tidak terkikis Zaman.

Hal ini menjadi kegelisahan salah satu warga pengrajin tas Noken di Maybrat Agenata Lek saat ditemui media ini pada Senin (13/07/2020).

“Yang ditakutkan, jangan sampai Noken Moderen akan dapat menghilangkan Noken lokal di Kabupaten Maybrat ini”, ucapnya.

Untuk diketahui, Noken Papua lebih khusus di Kabupaten Maybrat ini, terbuat dari serat kulit kayu, yang dalam bahasa daerah pohon ini disebut Biyek, tas ini dapat digunakan untuk membawa barang-barang kebutuhan sehari-hari.

Masyarakat  Suku Maybrat biasanya menggunakannya untuk membawa hasil-hasil pertanian seperti sayuran, umbi-umbian dan juga untuk membawa barang-barang dagangan ke pasar dan sebagainya.

J

Ageneta Lek juga menuturkan, untuk mengambil bahan baku untuk noken khas Maybrat ini biasanya di hutan dengan cara mengambil kulitnya lalu rendam kedalam air selama 1 minggu dan dibelah kecil untuk diacam.

“Sedangkan untuk membuat noken butuh waktu sekitar satu minggu, harga setiap noken tergantung ukuran, kisaran harga seratus ribu sampai  delapan ratus ribu rupiah“, bebernya.

Dia juga mengungkapkan, saat ini banyak orang sudah menggunakan Noken atau tas Modern,hanya orang tua saja yang masih melestarikan anyaman noken ini, jika ini tidak dilestarikan dan diberdayakan secara baik maka akan punah dan bisa jadi sejarah yang yang berupa cerita  saja.

Keunggulan dari noken ini adalah bisa dibuat sendiri oleh masyarakat sehingga tanpa harus membeli.

“Harapannya semoga generasi muda  di Kabupaten Maybrat ini bisa melanjutkan budaya ini, karena ini merupakan salah satu warisan yang masih ada” Imbuh Ageneta.

(Pewarta : Imanuel Tahrin)

Related News

Loading...

pers

loading...