Panen Ikan Karamba Apung, EKIP JPKP Bitung Rangkul DKP 

Jumat, 14/02/2020 - 01:27
Kabid memakai baju pink menyampaikan program dinas kelautan perikanan
Kabid memakai baju pink menyampaikan program dinas kelautan perikanan

Stop Hoax

Klikwarta.com, Bitung - Ketua JPKP DPD Bitung Julius Rolly Hengkangbala JPKP DPD Bitung bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) dalam hal ini diwakili oleh Kabid Pemberdayan Budidaya ikan dan Masyarakat Nelayan Pesisir, Pinkan Lengkong didampingi Kasubid dan Kepala Seksi melakukan panen ikan bobara dan goropa di Karamba Apung yang di kelola oleh EKIP JPKP Bitung yang terletak di kelurahan Mawali, kecamatan Lembeh Utara, Kamis (13/02/20).

Ketua JPKP DPD Bitung pada kesempatan ini menyampaikan terima kasih kepada pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bitung, karena sudah bersedia hadir pada kegiatan panen ikan Karamba Apung.

Hengkebala juga mengatakan bahwa JPKP adalah relawan kemanusiaan yang bekerja tanpa pamrih dan tidak di gaji, namun dalam hal ini JPKP juga harus berpikir untuk pemberdayaan keanggotaan tetapi dengan cara profesional. Karena JPKP relawan yang bekerjasama dengan staf kepresidenan bukan serta merta membikin proposal dan ke dinas-dinas.

"Cara kami memberdayakan anggota dan melihat potensi yang ada di kota Bitung, kami membuat karamba apung, karena dalam pemikiran saya laut Indonesia di berikan oleh Tuhan kaya akan bermacam-macam ikan. Jangan hanya fokus dengan tangkap dan tangkap terus kerena pasti bisa habis dan saya berpikir untuk fokus mengembangkan Budidaya ikan ini", ujar Hengkebala.

Karena seperti tahun ini Dinas Kelautan dan Perikanan juga fokus dengan program pembudidayaan.

Hengkebala juga menambahkan perlu di ketahui keramba apung terbentuk atas swadaya anggota JPKP sendiri dan ada support dari salah satu perusahan untuk memberikan donasi yang pertama ini. "Karamba ini diberikan secara cuma-cuma kepada kami dan tidak perlu di kembalikan dan aset pun di serahkan secara resmi kepada kami untuk di kembangkan", jelasnya.

"Untuk bibitnya secara swadaya kami patungan jadi siapa yang masuk anggota ekip JPKP, kami bikin tahap jadi semua swadaya anggota dengan donasi 50 ekor,100 ekor 500 ekor bahkan sampai 2000 ekor sesuai kemampuan, sehingga terisi saat ini, karamba yang ada sisanya ini sekitar 7000-8000 ekor. Disini kami ingin mengembangkan usaha ini, karena mengingat potensi perikanan di kota Bitung sangat luar biasa dengan dasar percobaan ini dengan dua kali perubahan iklim cuaca bahkan tiga kali yang pertama musim utara, selatan dan barat lokasi ini paling tepat untuk kita usaha pengembangan Budi daya. Sehingga kami membuat salah satu proposal untuk pengembangan, kami ingin bikinnya lebih besar, dan tentunya itu kami lakukan ini sudah sepengetahuan atau seijin pemerintah terkait. Karena sebelum kami membuat ini, surat kami sudah memberitahukan bahwa kami punya Karamba Apung di kelurahan Mawali kecamatan lembeh Selatan dan surat sudah dimasukan di PSDKP, Polair dan Dinas Kelautan dan Perikanan, kelurahan sampai ke walikota, awalnya kami hanya memberitahukan dulu," paparnya.

"Kami yakin dengan percobaan awal panen pertama kami sangat optimis keuntungan itu sungguh luar biasa, keuntungannya untuk membantu perekonomian nelayan pesisir dan perlu diketahui bibit ini bukan kami tangkap sendiri, tetapi kami merangkul nelayan pesisir yang ada di batu lubang dan papusungan yang berkisar 12 nelayan dan mereka inilah yang menangkap bibit tersebut", sambungnya menjelaskan.

PO

Dia menambahkan, saat ini pihaknya masih terkendala di pengadaan makanan dan lokasi Vriser, "Selama ini untuk makanan kami juga tidak berharap pake pelet atau segala macam, tetapi kami membeli ikan-ikan hancur di pelelangan atau di perusahaan dari pada di buang, jadi sebelum gatal kami beli dulu dan kami bekukan dan ini merupakan kendala serta kekurangan kami dan kami berharap Dinas Perikanan Bitung bisa merekomendasikan ke Dinas Perikanan provinsi untuk tempat pembekuan ikan,'' harapnya.

Sementara itu, Pingkan Lengkong meminta kepada pihak ekip JPKP untuk menunjang setiap program Pemerintah Kota Bitung dan perlu diketahui semua yang menjadi persyaratan kelompok sudah ditanda tangani oleh kepala Dinas, terangnya.

"Pemberdayaan dan Pembudidayaan adalah poksi kami untuk membentuk kelompok agar supaya kedepannya bisa mendapat bantuan-bantuan dari kementerian dan kami meminta antara JPKP dan pemerintah dalam hal ini dinas selalu berkolaborator dalam meningkatkan kehidupan nelayan pesisir dan kami pemerintah sangat mendukung JPKP yang sudah membentuk kelompok nelayan dan koperasi," ucapnya.

O

Selain itu, Pingkan meminta apabila JPKP nantinya mendapat bantuan dari pemerintah agar sama-sama menjaga bersama dan memelihara bersama semua sarana dan prasarana dan untuk vriser sendiri perlu di ketahui untuk di dinas Kelautan Perikanan terkendali dengan daya listrik yang belum mampu untuk mengoperasikan.

Pingkan juga menambahkan bahwa untuk para nelayan agar bisa mengurus kartu kusuka sebagai pengganti kartu nelayan yang merupakan bagian dari program kementerian kelautan dan perikanan.

"Syarat untuk mendapatkan kartu kusuka yaitu KTP nelayan dan nomor hp dan kepengurusannya langsung ke dinas kelautan perikanan dan ini berlaku buat kelompok dan perorangan", pungkasnya.  

Turut hadir pada kegiatan ini para kelompok-kelompok nelayan yang di bawah asuhan JPKP DPD Bitung. (Laode)

Related News

Loading...
loading...