Para Intelektual Dua Distrik di Maybrat Lakukan Konsolidasi Sikapi Aksi Demo 20 Juli 2020 di Kumurkek Nanti

Jumat, 17/07/2020 - 15:43
Konsolidasi Sikapi Aksi Demo 20 Juli 2020
Konsolidasi Sikapi Aksi Demo 20 Juli 2020

Klikwarta.com, Maybrat, Papua Barat - Para intelektual yang berada di Distrik Ayamaru Utara dan Ayamaru Utara Timur Kabupaten Maybrat, melakukan konsolidasi untuk menyikapi aksi demonstrasi yang rencana akan dilakukan oleh mahasiswa pada Tanggal 20 Juli 2020 di Kumurkek nanti.

Salah satu tokoh intelektual Wempi Nauw saat ditemui media ini di Kampung Yukase, Kamis (16/07/2020) menyampaikan, siap memberikan dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Maybrat untuk menjalankan roda Pemerintahan di sisa periode kepimpinannya.

“Kami  di wilayah dua Distrik Adalah wilayah yang aman dan damai, kami siap memberikan dukungan kepada pemerintah  Kabupaten Maybrat untuk menjalankan Pemerintahan sampai akhir masa periodenya, serta tidak mau terlibat dalam aksi demo yang rencana akan dilakukan pada tanggal 20 Juli 2020 nanti, kami takut jangan sampai terjadi konflik di wilayah ini”, ungkap Wempi Nauw. 

Sementara Kepala Kampung Hohoyar, Joner Naa juga mengatakan, melihat kondisi pembangunan yang dilakukan pemerintah kabupaten Maybrat ini sudah berjalan secara baik, perlu diketahui bersama bahwa konflik yang sering terjadi Ibu Kota inilah yang menjadi salah satu sebab yang menghambat pembangunan di Kabupaten ini.

“Kami sembilan belas Kampung yang berada di dua Distrik bersama masyarakat di kampung kami masing-masing sangat mendukung program pemerintah yang dilakukan, dan sangat menolak Aksi demo yang rencana akan dilakukan oleh mahasiswa di Kumurkek apabila dalam demo tersebut termuat kepentingan-kepentingan tertentu yang tujuannya ingin mengahancurkan keamanan dan ketertiban di Kabupaten Maybrat”, tegasnya.

l

Joner menambahkan, jika demo tersebut ingin mengkritisi  program Pemerintah ya silahkan, tapi jangan ada kepentingan  yang ingin mengahancurkan keutuhan orang maybrat lagi.

Hal senada juga direspon salah satu mahasiswa Luis Kambuaya, bahwa ; mahasiswa sebagai agen perubahan ( Agent of Change ) yang berpikir kritis, mari bersama dengan Pemerintah Kabupaten Maybrat untuk memberikan pikiran yang sifatnya membangun demi majunya pembangunan di Daerah ini, jangan di pengaruhi oleh kepentingan yang tujuan ingin menghancurkan persataun dan kesatuan bersama.

“Karena kita hidup dari masa lalu tapi hidup untuk masa depan,kami mahasiswa yang ada di dua Distrik ini tidak akan terlibat jika itu hanya untuk kepentingan tertentu, kapan kita mau berkembang kalau selalu bicara masalah tanpa solusi, ingat bahwa persatuan adalah modal awal untuk membangun suatu bangsa dan Daerah” tandasnya.

(Pewarta : Imanuel Tahrin)

Related News

Loading...
loading...