Peluncuran Museum Syaikhona Kholil Jadi Pusat Edukasi Dan Wisata Religi Baru Di Bangkalan

Kamis, 16/07/2026 - 18:58
Peluncuran Museum Syaikhona Kholil Jadi Pusat Edukasi Dan Wisata Religi Baru Di Bangkalan

Peluncuran Museum Syaikhona Kholil Jadi Pusat Edukasi Dan Wisata Religi Baru Di Bangkalan

Klikwarta.com, Bangkalan - Museum Syaikhona Muhammad Kholil, Bangkalan resmi diluncurkan dan dibuka untuk umum di Pondok Pesantren Al-Anwar Al-Cholily, Selasa, 14 Juli 2026. Acara berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan.

Peluncuran dihadiri oleh dzurriyah Syaikhona Muhammad Kholil, jajaran Pimpinan Fakultas Keislaman UTM, jajaran Kepala Dinas Kabupaten Bangkalan, serta perwakilan Gubernur Jawa Timur, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Jawa Timur.

Acara diawali pembukaan oleh KH. Mohammad Faidhol Anwar. Setelah itu, rombongan langsung mendatangi museum. Sambutan disampaikan KH. Mohammad Makki Nasir selaku Ketua PCNU dan MUI Kabupaten Bangkalan sekaligus dzurriyah Syaikhona Muhammad Kholil. 

“Semoga Museum Syaikhona Muhammad Kholil mampu mencetak generasi yang mencekram nilai-nilai agama dan bangsa di tengah derasnya arus global,” ujar KH. Makki Nasir.

Perwakilan Gubernur Jawa Timur melalui Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Jatim menyampaikan apresiasi tinggi. Menurutnya, museum ini menjadi titik pencerah bagi generasi muda untuk mengenal nilai-nilai Syaikhona Muhammad Kholil.

“Atas nama Gubernur Jawa Timur kami mengapresiasi setinggi-tingginya terwujudnya museum ini. InsyaAllah menjadi salah satu lokasi utama untuk mengenang jasa para leluhur dan juga bisa menjadi sarana edukasi serta destinasi wisata religi yang membanggakan, tidak hanya di Bangkalan dan Jawa Timur, tapi juga nasional,” ujarnya.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangkalan juga menegaskan museum ini bukan sekadar tempat menyimpan naskah atau manuskrip. “Ini adalah bukti bahwa masyarakat Bangkalan mencintai Syaikhona Muhammad Kholil, menghargai dan meneladani perjuangannya,” kata perwakilan Disbudpar Bangkalan.

Museum ini menyimpan koleksi berharga perjalanan dakwah Syaikhona Muhammad Kholil Abd Latif, ulama kelahiran Bangkalan yang pengaruhnya masih dirasakan hingga kini. Dakwah beliau tidak hanya di bidang agama, tapi juga pendidikan, sosial, dan kebangsaan. Salah satu gagasannya yang melegenda adalah tulisan “Hubbul Wathan Minal Iman”.

Dalam sejarahnya, kedekatan Syaikhona dengan Raja Bangkalan saat itu menjadi representasi kokohnya kolaborasi ulama dan umara. Kitab-kitab Sultan Kadirun dan mushalla hadiah beliau menjadi bagian koleksi Museum Syaikhona Muhammad Kholil Abd Latif.

Jejak dakwah Syaikhona juga tidak lepas dari KH. Moh. Toha Kaffal, keponakan yang dinikahkan dengan putri beliau, Nyai Hatimah Kholil. KH. Toha Kaffal juga merupakan pengasuh kedua Pondok Pesantren rintisan Syaikhona di Jangkebuan. Karya dan koleksi KH. Moh. Toha Kaffal turut menjadi isi museum.

Puncak acara ditandai dengan pemotongan pita secara simbolis oleh KH. Drs. Syafik Rofi’i, KH. Mohammad Makki Nasir, Farid Ardyansyah,SE.,MM., Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Jatim, serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangkalan. Setelah itu seluruh undangan bersama-sama meninjau isi museum.

Dengan berdirinya Museum Syaikhona Muhammad Kholil, Bangkalan kini memiliki ruang baru untuk menjaga warisan keilmuan, spiritualitas, dan nasionalisme dari salah satu ulama besar Madura. (**) 

Berita Terkait