Pengerukan Alur Pulau Baai, Plt Gubernur Minta Di 2019 Minimal -10 LWS

Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah Pimpin Rapat Pembahasan Dengan PT. Pathaway Internasional di Ruang Rapat Rafflesia Kantor Gubernur
Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah Pimpin Rapat Pembahasan Dengan PT. Pathaway Internasional di Ruang Rapat Rafflesia Kantor Gubernur
Kominfo Mukomuko
Polda-SMSI Bengkulu.
Polda Bengkulu

Bengkulu, Klikwarta.com - Tindak lanjut permalahan pendangkalan alur Pulau Baai yang tidak kunjung tuntas, berujung pada perombakan teknis pengerukan alur yang hingga saat ini tidak menunjukkan hasil maksimal. Ditegaskan Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, jelas membutuhkan komitmen serius dari pihak Pelindo Bengkulu bersama para pihak, sehingga realisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pulau Baai bisa dipercepat.

Menurut Rohidin Mersyah, secara kewenangan Pelindo itu punya hak sebagai operator, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) itu pemegang regulasi dan yang berkewajiban melakukan pengerukan itu pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan diteruskan ke Pemerintah Provinsi Bengkulu, namun tidak mungkin menganggarkan itu. Jadi perlu model yang pas dan juga tidak selalu membebankan anggaran pemerintah.

"Kita tidak usah berebut kewenangan karena sudah jelas tanggung jawab masing-masing. Persoalan alur itu sederhana sekali sebenarnya, tinggal bagaimana komitmen dari pihak-pihak ini untuk merealisasikannya", jelas Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah usai memimpin Rapat Pembahasan Agar Ketersedian Alur Pelabuhan Pulau Baai Minimal -10 lws dan Ekspose PT. Pathaway Internasional, di Ruang Rapat Rafflesia Kantor Gubernur, Senin (03/12).

Ditekankan Rohidin Mersyah, untuk memaksimalkan Pelabuhan Pulau Baai sebagai pintu gerbang Bengkulu dan infrastuktur strategis ini, jelas tidak ada langkah lain selain memberikan jaminan alur minimal -10 Low Water Spring (LWS)/Muka Air Laut Surut Terendah, sepanjang tahun 2019 dan harus ada strategi lain hingga kedalaman alur bisa mencapai -14 hingga -15 LWS.

"Itulah maka rapat ini saya minta tadi. Karena keputusan saya di 2019 saya minta dimaintenance sepanjang tahun itu minimum -10. Kemudian di 2020-2021, kita minta harus ada strategi ekstra agar bagaimana menyusun kebijakan supaya berada pada -14 atau 15 lws. Kalau ini dilakukan, KEK akan jalan, konektifitas laut dan tol laut juga akan berjalan" pungkasnya.

Direktur Utama PT. Pathaway Internasional Saver A Malik mengatakan, terkait teknis yang diminta Pemprov Bengkulu, pihaknya bersama Pelindo dan KSOP Bengkulu siap untuk merealisasikannya. Hanya saja hingga saat ini pihaknya masih terkendala regulasi dan penganggaran.

"Kalau masalah pengerukan sudah bagus, tinggal perbaikan jalannya, kan banyak sekali perbaikannya. Nanti soal lainnya gampang itu" ungkapnya.

Sementara terkait kesiapan anggaran pengerukan, baik pihak Pelindo Bengkulu maupun KSOP Bengkulu belum bisa memberikan gambaran, lantaran hingga saat ini masih dilakukan pengkajian dan telaah administrasi lainnya. (Rian/MC).

Dibaca: 10 kali

Related News