Sekretaris Dewan Nasional KEK RI Sambut Baik Pulau Baai Sebagai Kawasan Ekonomi Khusus

Foto bersama dalam Forum Dialog Investasi bertema ‘’KEK Pulau Baai Sebagai Penggerak Ekonomi Kawasan Barat Pulau Sumatra,’’ Jumat, 1 Maret 2019, di Hotel Kampinski Jakarta.
Foto bersama dalam Forum Dialog Investasi bertema ‘’KEK Pulau Baai Sebagai Penggerak Ekonomi Kawasan Barat Pulau Sumatra,’’ Jumat, 1 Maret 2019, di Hotel Kampinski Jakarta.

Klikwarta.com, Jakarta Sekretaris Dewan Nasional KEK Republik Indonesia Enoh Suharto Pranoto, sambut baik usulan Pulau Baai sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Hal ini ditegaskan Enoh dalam Forum Dialog Investasi bertema ‘’KEK Pulau Baai Sebagai Penggerak Ekonomi Kawasan Barat Pulau Sumatra,’’ Jumat, 1 Maret 2019, di Hotel Kampinski Jakarta.

Menurut Enoh, dari 12 Kawasan Ekonomi Khusus yang ada di Indonesia, enam diantaranya ada di wilayah Sumatra bagian timur. Kondisi ini sangat memungkinkan Pulau Baai Bengkulu menjadi Kawasan Ekonomi Khusus di bagian barat pulau Sumatra.

Pada prinsipnya, Dewan Nasional KEK menyambut baik usulan Pulau Baai sebagai Kawasan Ekonomi Khusus. Tapi tentunya dalam rangka pengusulan ini, pengusul harus betul-betul memperhatikan hal-hal yang saya sebutkan tadi, seperti infrastruktur dan lain-lain. Kami tentunya senantiasa akan membantu menfasilitasi,” ujar Enoh Suharto Pranoto.

Sementara itu, dalam paparanya, Gubernur Bengkulu menyampaikan, KEK di Pulau Baai Bengkulu bakal mampu menjadi penggerak ekonomi kawasan Barat Pulau Sumatera.

Hal ini, tambah gubenrur, diperkuat kondisi geografis Bengkulu yang memiliki posisi strategis sebagai jalur alternatif logistik nasional.

“Geografis Bengkulu diapit empat provinsi besar, Sumbar, Jambi, Sumsel dan Lampung, dalam kondisi ini, Bengkulu bakal mampu menjadi beranda ekonomi pulau Sumatra,” ujar Rohidin.

Alasan strategis lainnya, tambah Rohidin, menagapa Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu layak menjadi Kawasan Ekonomi Khusus, salah satunya adalah kawasan Pulau Baai memiliki kolam pelabuhan terbesar, dan hanya berjarak 15 km dari pusat kota/hanya 10-15 menit ke Bandara.

Pelabuhan Bengkulu berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, dengan demikian bisa akses langsung ke luar negeri. Selain itu, pelabuhan Pulau Baai dapat mengurangi kepadatan pelayaran arus Selat Malaka, dan sebagai gerbang akses barang dari dan ke wilayah pesisir barat Sumatra.

Alasan lainnya, tambah Rohidin lagi, kawasan Pulau Baai memiliki luas lahan dua kali lipat lebih besar dari Tanjung Priok, dan status lahan clean and clear dengan dukungan insfrastruktur strategis.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Operasi IPC Bengkulu Prasetyadi menyampaikan kesiapan Pelabuhan Pulau Baai menuju KEK, yakni dengan telah ditetapkan lahan yang disiapkan untuk dijadikan kawasan KEK sebesar 415,38 Ha, dan fasilitas pendukung untuk menyambut Investor di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. .

Diharapkan dalam kegiatan Investasi yang mengundang para mitra potensial dari lintas Negara yakni seperti Dutabesar Korea Selatan, Duta Besar India, Duta Besar Cina dan Para Investor dari dalam dan luar Negri ini, dapat melirik dan tertarik dengan kekayaan serta potensi yang ada di Provinsi Bengkulu, dan berinvestasi di Provinsi Bengkulu khususnya di Kawasan Pulau Baai Bengkulu.

Turut hadir dalam forum ini, Kepala Departemen Regional Bank Indonesia Dwi Pranoto, Direktur Oprasi IPC Prasetyadi, Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto, Wartawan senior Harian Kompas Wahyu Haryo, sejumlah duta besar negara sehabat, seperti Dutabesar Korea Selatan, Duta Besar India, Duta Besar Cina, serta Para Investor dari dalam dan luar Negri. (MC)

Related News

B

 

Caleg
Herliardo

 

Benny
Usin