Peremajaan 391 Hektar Kebun Sawit Rakyat Aceh Singkil Diresmikan

Kamis, 16/01/2020 - 01:55
Bupati Aceh Singkil Dulmursid saat meresmikan penanaman perdana peremajaan sawit rakyat di Desa Srikayu Kecamatan Singkohor daerah setempat.

Bupati Aceh Singkil Dulmursid saat meresmikan penanaman perdana peremajaan sawit rakyat di Desa Srikayu Kecamatan Singkohor daerah setempat.

Klikwarta.com, Aceh Singkil - Bupati Aceh Singkil Dulmusrid meresmikan dimulainya peremajaan 391 hektar kelapa sawit rakyat yang melibatkan 224 kepala keluarga sebagai pemiliknya daerah setempat, Provinsi Aceh.

Peresmian penanaman perdana peremajaan sawit rakyat dilakukan di Desa Srikayu Kecamatan Singkohor, Kabupaten Aceh Singkil, Rabu (15/1/2020).

Dengan dikucurkannya program perdana tersebut di Aceh Singkil, petani dapat mengoptimalkan bantuan yang diberikan dengan kerja keras agar keuntungan semakin meningkat.

"Melalui koperasi perkebunan Al-Hidayah, para petani dapat mengoptimalkan bantuan dari pemerintah senilai 25 juta rupiah per hektarnya," ungkap Bupati.

Dulmusrid berharap dalam kurun waktu 4 tahun kedepan, lahan yang diremajakan ini sudah mampu memproduksi sehingga Kabupaten Aceh singkil akan menjadi salah satu kawasan strategis dalam menghasilkan CPO di Provinsi Aceh.

"Terlebih upaya pengolahan CPO menjadi bahan jadi dapat ditingkatkan sehingga nilai tambah bagi petani akan lebih besar," harap Bupati.

Begitu pun bagi pemilik lahan yang akan diremajakan, Dulmusrid ingatkan bahwa dalam batang kelapa sawit yang ditebang masih punya nilai ekonomi yakni terdapat kandungan nira. 

Satu batang kelapa sawit mampu menghasilkan 3-15 liter nira setiap 24 jam. Nira dapat diolah menjadi gula aren. Per hektar dapat menghasilkan gula aren senilai 60-200 juta.

Kementerian Pertanian Direktorat Jendral Perkebunan melalui Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Medan, M Nursol menuturkan target peremajaan kelapa sawit rakyat secara nasional seluas 2,4 juta hektar selama 5 tahun sejak tahun 2017. Sementara saat ini baru sekitar 500 ribuan hektar.

Disisa 2 tahun ke depan, Ia berharap bagi petani yang kelapa sawitnya memasuki masa peremajaan agar secepatnya mengajukan replanting sesuai dengan persyaratan.

"Petani diminta untuk serius dalam peremajaan ini," pinta Nursol. (ESi)

Berita Terkait