Pabung Bitung Minut Mayor Inf Saul Malangkas saat memberikan pemaparan materi
Klikwarta.com, Bitung - Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 123 Kodim 1310/Bitung memberikan penyuluhan tentang Bela Negara kepada sejumlah masyarakat Kelurahan Tandurusa, Kecamatan Aertembaga, Rabu (26/2/2025).
Pada kesempatan ini, Pabung Minut-Bitung Kodim 1310/Bitung, Mayor Inf Saul Malangkas dalam materinya mengatakan bela negara merupakan hal penting untuk menjaga keutuhan negeri.
Selain itu, dikesempatan ini, dirinya juga menyampaikan tentang wawasan kebangsaan meliputi rasa kebangsaan dan pemahaman tentang kebangsaan. Dan Ia pun menjelaskan bahwa tugas Bela negara bukan cuma tugas aparat, namun tanggung jawab seluruh warga negara indonesia
"Bela negara merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara Republik indenesia. selam ini masyarakat pada umumnya hanya tau bela negara biasanya selalu dikaitkan dengan militerisme. seolab-olah kewajlban dan tanggung jawab untuk membela negara hanya terletak pada Tentara Nasional Indonesia. Padahal semua warga negara mempunyai hak untuk bela negara berdasarkan Pasal 30 UUD 1945 bela negara adalah upaya setiap warga negara untuk mempertahankan Repubik indonesla terhadap ancaman baik dari luar negeri maupun dalam negeri,"ungkapnya.
Ia juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat pentingnya empat pilar kebangsaan-Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika-sebagai landasan utama dalam menjaga persatuan dan kedaulatan bangsa.
"Setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban dalam pembelaan negara. Kita harus menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada anak-anak sejak dini agar mereka tumbuh menjadi generasi yang mencintai bangsa dan negaranya," ujarnya.
Lebih lanjut, Saul Malangkas mengatakan, sebagai bangsa yang beragam dalam suku, bahasa, dan agama. Maka untuk itu sangatlah penting untuk saling menghargai dan menghormati budaya sehingga menjadi kunci dalam menjaga harmoni sosial.
"Slogan ‘Torang Samua Basudara’ yang dipegang teguh oleh masyarakat Sulawesi Utara menjadi contoh nyata bahwa persatuan dapat tetap terjalin meskipun ada perbedaan," katanya.
Mayor Malangkas juga mengajak masyarakat untuk waspada terhadap penyebaran paham radikal dan terorisme, yang sering kali menyasar anak-anak dan generasi muda.
Deteksi dini dan peran orang tua sangat penting dalam mencegah penyimpangan dan pengaruhnya radikal dan terorisme dengan adanya media sosial yang semakin besar dalam kehidupan sehari-hari
"Gunakan media sosial dengan bijak. Jangan mudah terprovokasi oleh hoaks, hasutan, atau pola rekrutmen yang menyesatkan," tegasnya.
Di akhir pemaparannya, Mayor Malangkas menekankan pentingnya membangun dialog dalam menyelesaikan permasalahan.
"Musyawarah harus dikedepankan agar tercipta solusi yang adil dan tidak merugikan pihak mana pun," paparnya. (*)








