Anggota DPRD Jawa Timur Dapil Mojokerto-Jombang, Sumardi
Klikwarta.com, Mojokerto - Hitung mundur dimulai. Masyarakat Jombang mulai bergerak menyambut Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 yang akan digelar di Bumi Tebuireng pada 27-31 Agustus 2026. Hajatan akbar organisasi Islam terbesar di Indonesia itu diprediksi mengerek pertumbuhan ekonomi daerah.
Anggota DPRD Jawa Timur Dapil Mojokerto-Jombang, Sumardi, menilai Muktamar bukan sekadar forum organisasi. Ini momentum nasional yang sekaligus menjadi mesin penggerak ekonomi lokal.
"Bagi Jombang, ini sangat luar biasa. Ini juga bagian dari penentuan arah bangsa kita, karena organisasi terbesar akan menggelar Muktamar di Jombang," ujar Sumardi saat ditemui di Surabaya, Senin 10 Agustus 2026.
Antusiasme warga disebut Sumardi sangat tinggi. Jauh hari sebelum pelaksanaan, warga sudah menyiapkan diri menjadi tuan rumah yang baik.
"Masyarakat sudah bersiap diri terhadap acara Muktamar NU. Contohnya, mereka siap menampung dan menyiapkan rumah-rumah mereka bagi peserta yang akan hadir," ucapnya.
Kebanggaan itu muncul karena Muktamar kembali ke akar. Jombang dikenal sebagai tanah kelahiran dan basis sejarah NU. Salah satu pendiri dan inisiator NU juga berasal dari daerah ini.
"Mereka sangat bangga dan menyambut dengan antusias. Bagi warga ini seperti kembali ke khitoh, kembali ke asal muasal pergerakan organisasi terbesar itu," katanya.
Sumardi memproyeksikan perputaran uang selama 5 hari Muktamar akan sangat besar. Sektor perhotelan, transportasi, kuliner, dan UMKM mikro kecil dipastikan kebanjiran rezeki.
"Kita berharap putaran ekonomi di sana pasti sangat luar biasa. Okupansi hotel penuh, lalu dampaknya juga langsung terasa ke masyarakat," ujarnya.
Ia mendorong pemerintah daerah dan panitia memfasilitasi pelaku UMKM agar bisa ikut terlibat dalam rantai pasok konsumsi peserta.
Selain ekonomi, Sumardi menitipkan harapan besar agar Muktamar menjadi ruang pendidikan politik dan demokrasi.
"Kita berharap para peserta yang datang bisa memberikan edukasi demokrasi yang sehat. Ini akan menjadi pembelajaran bagi masyarakat kita," katanya.
Di tengah dinamika demokrasi nasional yang disebutnya sedang menurun, forum NU bisa menjadi inspirasi. "Bagaimana Muktamar NU bisa menjadi inspirasi bagi perkembangan demokrasi kita, itu yang akan dimonitor masyarakat," ucapnya.
Sumardi meminta semua unsur melakukan persiapan matang, mulai dari aparat hingga warga. Hal ini bertujuan agar acara berjalan khidmat,
"Masyarakat juga perlu melakukan sanitasi secara intensif bersama semua pihak di lokasi, supaya pelaksanaan ini bisa berjalan dengan baik," katanya.
Ia juga mengingatkan agar potensi gangguan keamanan diantisipasi sejak dini. "Ini harus diantisipasi bersama. Jangan sampai ada pihak tidak bertanggung jawab yang menyusupi, terutama terkait kriminalitas," pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Jombang bersama PBNU dan aparat saat ini tengah memfinalisasi persiapan venue, akomodasi, transportasi, dan pengamanan. Muktamar NU ke-35 di Jombang ditargetkan dihadiri puluhan ribu peserta dari dalam dan luar negeri. (**)








