Banyak Makan Korban, Warga Jember Keluhkan Jembatan di Sukoreno 

Minggu, 13/09/2020 - 17:08
Reses Anggota DPRD Jawa Timur daerah pemilihan V (Jember-Lumajang) Reno Zulkarnaen
Reses Anggota DPRD Jawa Timur daerah pemilihan V (Jember-Lumajang) Reno Zulkarnaen

Klikwarta.com, Jatim - Warga Desa Sukoreno Kecamatan Jember mengeluhkan adanya jembatan di wilayahnya yang sering memakan korban. Jembatan itu dinilai tikungannya terlalu tajam sehingga masyarakat sering terjatuh hingga kakinya patah saat melewatinya.

Keluhkan itu langsung disampaikan oleh salah satu warga Desa Sukoreno, Eko Prasetyo kepada  Anggota DPRD Jawa Timur daerah pemilihan V (Jember-Lumajang), Reno Zulkarnaen saat jarring aspirasi, Minggu 13 September 2020.

Eko mengaku dari Balai Desa Sukoreno ke timur ada sebuah jembatan yang terlalu menikuk. Eko menyebut banyak warga yang jatuh dan kakinya patah. Kedepan Eko tidak ingin agar korban terus bertambah setelah melewati jembatan tersebut. Untuk itu, dirinya meminta agar Reno memperjuangkannya agar Dinas terkait membuatkan jembatan yang luruh dan enak dilewati.

“Tolong buatkan proposal kepada dinas terkait agar dibuatkan jembatan yang lurus agar tidak ada warga yang jatuh lagi,” pinta Eko.

Dalam kesempatan itu, Eko juga meminta agar Reno memberi perhatian akses jalan antara Desa Wonoroje dan Semboro. Eko membeberkan jalan itu sepanjang 1,5 kilometer.

Menanggapi keluhan warga tersebut, Reno menegaskan, selama jabatan menjadi amanah dan bermanfaat, maka Partai Demokrat akan dipilih kembali. Terkait pembangunan infrastruktur, pria yang merupakan anggota Komisi A DPRD Jatim itu menjelaskan, selama ini bantuan bisa dari pemerintah provinsi, kabupaten atau pusat melalui dana desa. 

Reno berharap dengan adanya bantuan dari pemkab,pemprov atau pusat, masyarakat yang terdampak akibat pandemic covid-19 bisa ringan bebannya.

“Jadi karena terdampak mudah-mudahan bisa meringankan beban masyarakat,” paparnya.

Reno menyampaikan, agar segala permasalahan dapat terselesaikan, pemerintah kabupaten dalam hal ini adalah kepala daerah, dan DPRD harus bersinergi. Sinergi ini dalam rangka untuk chek and balance kebijakan yang dilakukan oleh kepala daerah. Jika fungsi check balance tidak berjalan, maka Rena meragukan kebijakan pemerintah daerah tepat sasaran karena tidak ada check and balance-nya.

Harus dijelaskan yang ada di pemerintahan daerah adalah kepala daerah, dan DPRD. Kalau jalan sendiri siapa yang chek and balance kebijakan yang dilakukan kepala daerah. Jika fungsi ini tidak jalan, kami meraguakan yang dilakukan pemerintah tidak tepat sasaran karena tidak ada chek and balance,” pungkasnya. 

Sementara masih dalam pandemic covid-19, Reno mengajak masyarakat agar selalu menJaga kebersihan, jagar jarak sehingga virus corona cepat berlalu.  Tentunya ekonomi bangkit kembali jika covid-19 telah musnah dari dunia.

(Pewarta : Supra)

Related News

Loading...
loading...