Dialog interaktif polisi menyapa di Dari Jayapura. Kamis (19/05/2022)
Klikwarta.com, Jayapura - Program Satgas Binmas Noken Damai Cartenz 2022 merupakan kepanjangan tangan Polri untuk dapat mewujudkan kesejahteraan dan kedamaian untuk masyarakat Papua. RRI Jayapura menyajikan dialog interaktif polisi menyapa untuk menggali lebih dalam mengenai Satgas Binmas Noken. Bertempat di RRI Jayapura. Senin (19/05/2022)
Hadir dalam dialog interaktif tersebut personel Satgas Binmas unit Posko antara lain, AKBP Yamin Dian Priono, S.I.K., IPDA Anditya Budi Sasongko dan IPDA Febrianto, S.T
Acara dibuka dengan pertanyaan mendasar mengenai Apa Binmas Noken itu dan ruang lingkupnya ?
Binmas Noken berangkat dari ingin memberikan sesuatu kepada masyarakat Papua yang dipioneer oleh Wakapolda Papua. Jargonnya berasal dari kearifan lokal Papua yaitu Noken.
Kegiatan Binmas Noken lebih ke arah peemtif, dimana kegiatan Binmas Noken lebih mengembangkan potensi-potensi yang dapat menambah nilai ekonomi masyarakap Papua yang ada di wilayah. Salah satu kegiatan Binmas Noken adalah KASUARI (Kesejahteraan Untuk Anak Negeri) di dalamnya ada program Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Perikanan. Ada juga Program SI IPAR untuk menambah pengetahuan seperti wawasan kebangsaan kepada anak-anak kita di Papua.
Binmas Noken sudah berapa lama ?
Binmas Noken lahir antara bulan Januari hingga Februari pada tahun 2018. Pada saat masih menggunakan sandi operasi Nemangkawi. Pada saat awal Januari 2022 sandi operasi diubah menjadi Damai Cartenz.
Ada 29 Kabupaten yang ada di Papua, apakah semuanya terjangkau, atau daerah tertentu saja ?
Kami hanya mencakup 5 Kabupaten sesuai rencana operasi yaitu Kab. Pegunungan Bintang, Kab. Puncak, Kab. Yahukimo, Kab. Intan Jaya dan Kab. Nduga.
Apa Contoh konkrit kesejahteraan di masyarakat Papua pada Program Binmas Noken?
Binmas Noken melakukan kordinasi ke dinas-dinas terkait seperti dinas pertanian dan pangan provinsi Papua untuk melakukan kerjasama dalam memberikan bantuan di 5 wilayah operasi.
Dalam kesempatan tersebut juga diajukan kepada Ibu Vina Sub Koordinator BPS Provinsi Papua
Bagaimana BPS menilai Binmas Noken?
Ada banyak indikator untuk mengukur keberhasilan di suatu wilayah. Saat ini BPS hanya melihat dari indikator IPM (Indek Pembangunan Manusia). Kami melihat IPM di 5 wilayah Operasi Damai Cartenz dalam hal ini Binmas Noken sangat rendah. Contohnya Kabupaten Nduga paling rendah se Papua. Pada saat tahun 2022 ipm di kabupaten nduga mengalami peningkatan jadi tidak bisa dipungkiri Program Damai Cartenz membawa dampak. Diharapkan program-program yang telah dikerjakan oleh Ops Damai Cartenz 2022 (Binmas Noken) tidak hanya dilakukan 1 tahun saja tetapi berkelanjutan terus menerus. Terkait 5 wilayah operasi Damai Cartenz yang dipilih sangat tepat karena IPM yang ada di 5 wilayah tersebut rendah tetapi potensi ke-5 daerah tersebut bisa dikembangkan.

Masyarakat dapat berinteraksi langsung dengan Satgas Binmas Noken melalui telepone. Adapun warga yang bertanya antara lain,
Bapak Filp di Doyo Baru, Terkait Program SI IPAR, penjelasan target tujuan program SI IPAR seperti apa?
AKBP Yamin Wakasatgas Binmas Noken menjelaskan, Terkait Program SI IPAR, kami tidak mengambil alih dari para pengajar. Kami meluangkan waktu untuk memberikan wawas kebangsaan kepada anak-anak terutama di tempat yang terpencil yang sulit dijangkau.
Indikator seperti apa yang BPS ambil di wilayah-wilayah pada saat ada pemberian bantuan?
Vina Sub Kordinator BPS Provinsi Papua menjelaskan, Ada banya indikator yang kami ambil seperti misalnya pembangunan rumah, atap apa yang digunakan dll. Kamu juga melakukan kerjasama dengan dinas-dinas terkait seperti Dinas Catatan Sipil. Kami juga berharap pada saat petugas kami melakukan pendataan agar mereka diterima dan setiap pertanyaan yang ditanyakan bisa dijawab dengan sejujur-jujurnya.
Bapak Doni di Padang Bulan, Program-program Binmas Noken yang dibuat sudah bagus untuk meningkatkan kesejahteraan kepada masyarakat, kalo boleh dari kepolisian kegiatannya lebih giat lagi. Kalo ada demo-demo kalo boleh dibilang jangan bikin diri intih, harus melakukan pendekatan yang baik.
AKBP Yamin Wakasatgas Binmas Noken menjelaskan, Dengan adanya bantuan dan kerjasama dari masyarakat kami Polri akan bekerja lebih giat dan lebih baik lagi.
5 Kabupaten yang telah disebutkan tadi memang daerah tersebut sangat sulit kami peroleh datanya karena infrastruktur yang belum lengkap.
Vina Sub Kordinator BPS Provinsi Papua menjelaskan, BPS berkolaborasi dengan instansi-instansi terkait seperti Capil dan juga Polri untuk mendapatkan data di daerah-daerah tersebut. BPS juga memiliki program yang dinamakan kampung cantik (Cinta Statistik) dimana setiap kampung nantinya memiliki data sendiri.

Bapak Andi di Polimak, Saya sangat tertarik dengan Binmas Noken, kami memiliki komunitas yang bergerak di bidang pariwisata. Kami mengajak berkolaborasi dengan Binmas Noken.
AKBP Yamin Wakasatgas Binmas Noken menjelaskan, Pada Binmas Noken Kami memiliki Program yang dinamakan TIFA (Torang Insaf Paham Adat). Pada program ini kita bisa berkolaborasi untuk menggali kearifan lokal masyarakat Papua.
Apakah polisi bekerja sendiri di wilayah?
AKBP Yamin Wakasatgas Binmas Noken menjelaskan, Sebelum binmas noken kerja kami telah pamit ke orang tuanya. Kami tidak terlepas dari dinas-dinas terkait misalnya dinas pertanian dan pangan.
Bapak Bima di Abepura, Saya memberikan apresiasi kepada narasumber dari Binmas Noken dan BPS. Kedepannya munngkin perlu berkolaborasi dengan PEMDA, saya merasakan kalo kita berjalan sendiri sangat sulit.
AKBP Yamin Wakasatgas Binmas Noken menjelaskan, Disetiap kegiatan Binmas Noken selalu menggandeng dengan dinas-dinas terkait, setiap kali kami turun lapangan dinas-dinas terkait juga ikut.
Bapak Andi di Polimak, Kami meminta masukan kepada ibu Vina (BPS). Kami membutuhkan data sensus ekonomi, apakah kami bisa dibantu memberikan data tersebut?
Vina Sub Kordinator BPS Provinsi Papua menjelaskan, BPS akan membatu data yang diminta, kami meminta Pak Andi datag ke kantor kami untuk kebutuhan data yang diminta.
AKBP Yamin Wakasatgas Binmas Noken menyampaikan diakhir acara, "Golnya Binmas Noken untuk melakukan pendekatan humanis ke masyarakat Papua dengan program-programnya. Kami akan tetapi menggelorakan Binmas Noken. Harapa kami di wilayah masyarakat bisa menerima kami dan bekerjasama, berkolaborasi dengan masyarakat." pungkasnya.
Vina Sub Kordinator BPS Provinsi Papua menutup dengan, BPS penyedia data statistik yang terpercaya dan terpadu, kami siap memberikan data untuk Akademisi, Pemerintah, Masyarakat untuk kemajuan Indonesia.
Dengan kegiatan ini mendapat respon yang sangat positif dari masyarakat. Informasi langsung disampaikan pejabat berwenang. Semua yang dilakukan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di Papua.
(Kontributor : Arif)








