Suasana rapat Paripurna Penyampaian Nota Keuangan APBD-P tahun 2019 oleh Bupati Blitar di gedung DPRD Kabupaten Blitar.
Klikwarta.com, Blitar - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar menggelar rapat paripurna penyampaian penjelasan Bupati Blitar terhadap Nota Keuangan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD (APBD-P) tahun anggaran 2019, Selasa (30/07/2019).
Bertempat di ruang Graha Paripurna DPRD Kabupaten Blitar, Bupati Rijanto menyampaikan nota keuangan APBD-P tahun 2019, dihadapan para anggota dewan, kepala OPD Pemkab Blitar hingga jajaran Forkopimda Kabupaten Blitar.
Disampaikan Rijanto saat membacakan keterangannya, postur APBD-P tahun 2019 itu akan diproyeksikan untuk biaya persiapan pelaksanaan pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahun 2019, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020, penambahan anggaran pengelolaan kalibogel, anggaran pendidikan dan kesehatan, hingga keperluan infrastruktur lainnya.
"Iya, hari ini kami menyampaikan pandangan terkait nota keuangan perubahan APBD tahun 2019. Nanti perubahan anggaran ini ada untuk pilkades yang diikuti 167 desa, pilkada tahun 2020 yang tahun 2019 ini KPU juga sudah action. Ada penambahan untuk kalibogel, dan infrastruktur yang lain seperti pembenahan jalan-jalan yang rusak," papar Bupati Rijanto saat dihubungi awak media seusai kegiatan.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Suwito Saren Satoto menjelaskan, dari penyampaian penjelasan Bupati Blitar terkait perubahan APBD tahun 2019 secara umum ideal untuk diapresiasi.
Hanya saja, dia menandaskan dari seluruh unsur pos anggaran yang dibutuhkan, pemerintah kabupaten Blitar bisa memprioritaskan sektor apa yang perlu mendapatkan perhatian segera. Suwito menyampaikan, seperti pelaksanaan Pilkades tahun 2019 dan Pilkada tahun 2020 bisa yang akan berlangsung dalam waktu dekat.
"Jadi keperluan untuk anggaran pemilihan Kepala Desa (Pilkades) bulan sepuluh (Oktober) nanti harus bisa lebih cepat diakomodir. Kemudian kebutuhan untuk Pilkada 2020 juga, karena prosesnya sekarang sudah mau jalan. Tapi jangan lupa sektor di bidang infrastruktur dan optimalisasi ekonomi daerah juga harus mendapatkan perhatian yang serius," tukas Suwito.
(Faisal / Adv)








