Forum Budaya Mataram Dukung Ekskavasi Situs Watu Genuk

Kamis, 04/11/2021 - 13:29
Tim FBM saat kunjungi lokasi penemuan
Tim FBM saat kunjungi lokasi penemuan

Boyolali, Klikwarta.com - Pengungkapan situs-situs peradaban kuno di kawasan lereng merapi, tepatnya di situs Watugenuk, Kragilan, Kecamatan Kragilan Boyolali Jawa Tengah mengundang sejumlah pemerhati budaya FBM (Forum Budaya Mataram) mendukung langkah penyelamatan benda cagar budaya dengan dilakukan ekskavasi pada Kamis (04/11/21).

Dalam kesempatan tersebut, Dewan Pemerhati dan Penyelamat Seni Budaya Indonesia (DPPSBI) dan ketua Yayasan Forum Budaya Mataram, Dr BRM Kusumo Putro SH.MH menegaskan, sudah sejak tahun 2017 FBM bersama DPPSBI meminta kepada dinas terkait untuk melakukan upaya penyelamatan situs watu genuk, namun baru kali ini realisasi ekskavasi baru akan dimulai dan dan direncanakan ekskavasi yang dilakukan oleh tim BPCB akan dilaksanakan sampai tanggal 10 November 2021 nantinya.

"Kami mendukung penuh langkah penyelamatan benda cagar budaya tersebut yang dilindungi undang undang, sehingga ini merupakan salah satu bentuk upaya pelestarian benda cagar budaya, meski status tanahnya milik salah satu warga sehingga diperlukan upaya mediasi untuk melangkah lebih lanjut,’’ tegas Kusumo Putro.

a

Saat tim mengunjungi di lokasi penemuan, tim menemukan beberapa relief dan pahatan candi disitus Watu Genuk, yang syarat kisah perjalanan umat manusia di bumi Nusantara sejak dari jaman batu sampai kejayaan Hindu Budha, mulai dari Lingga dan Yoni, Patung Lembu Andini Serta banyak Arca  yang diyakini masih tersimpan didalamnya, meski beberapa patung arca sudah raib.
 
"Hanya saja banyak candi candi di Nusantara saat ini belum diekplorasi oleh pihak dinas terkait, meski candi-candi tersebut sudah banyak yang diketemukan, hanya beberapa persen saja yang sudah di data secara resmi oleh pihak BPCB, sedangkan sisanya dibiarkan mangkrak begitu saja,’’ ungkapnya.

Salah satu warga sekitar menuturkan, banyak batu dan arca candi  watu genuk ini hilang dicuri orang, akibat ketidakpedulian Negara terhadap peninggalan benda cagar budaya. Ribuan candi di Nusantara yang diketemukan baik yang sudah diekplorasi maupun yang belum diekplorasi hendaknya menjadi perhatian Negara, agar peninggalan sejarah tersebut tidak berpindah tangan. Sehingga banyaknya persoalan dan kendala terhadap pelestarian budaya.

Yayasan Forum Budaya Mataram (FBM) serta Dewan Pemerhati dan Penyelamat Seni Budaya Indonesia (DPPSBI) dalam hal ini juga meminta adanya keseriusan pemerintah dalam menyelamatkan peninggalan cagar budaya, seperti halnya rencana ekskavasi situs watu genuk yang akan dilakukan oleh BPCB Jawa Tengah.

Salah satu pemilik lahan Paidi, menjelaskan selaku pemilik lahan dan memiliki sertifikat resmi surat hak kepemilikan tanah mengaku tidak tahu menahu atas ekskavasi tesebut dan belum mendapat pemberatahuan secara resmi dari pemerintah setempat, dan tanah tersebut merupakan warisan dari bapaknya yang dbeli dari seseoarang sekitar tahun 1957 dan diberi amanat untuk merawat situs watu genuk tersebut.

"Seharusnya dari perangkat desa mengajak pemilik tanah untuk dilakukan mediasi sebelum dilakukan ekskasvasi agar tidak menjadi sengketa tanah di kemudian hari,’’ harapnya. (din)

Related News