Klikwarta.com, Jawa Barat - Sejumlah Menteri, Kapolri, Kepala BNPB dan Kasum, pantau kegiatan akselerasi percepatan vaksinasi di seluruh Provinsi di Indonesia.
Mereka diantaranya; Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan Kasum TNI Letjen Eko Margiyono.
Pada kesempatan ini, mereka meninjau langsung kegiatan vaksinasi yang di Taman Safari Indonesia, Bogor, Jawa Barat. Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin ditargetkan dalam kegiatan percepatan vaksinasi ini.
"Terima kasih karena hari ini rekan-rekan semua telah melaksanakan kegiatan vaksinasi serentak, tadi dilaporkan kurang lebih lima ribu titik dengan target minimal hari ini 1,2 juta, apabila ada wilayah kemudian target bisa melebihi, saya berikan apresiasi, saya akan ikuti kegiatan ini sampai sore nanti," kata Sigit, Kamis (23/12/2021), saat menyapa secara virtual kegiatan vaksinasi se-Indonesia.
Mantan Kapolda Banten itu, meminta kepada wilayah yang belum mencapai target vaksinasi 70 persen untuk berpacu dalam mengejar target dengan melakukan berbagai macam strategi percepatan.
Di sisi lain, ia mengapresiasi bahwa ada beberapa wilayah di Indonesia yang capaian vaksinasi pertama sudah mencapai angka 100 persen, seperti, DKI Jakarta, Kepri, Yogyakarta, dan Kalimantan Timur.
"Alhamdulillah vaksin kedua kita rata-rata nasional sudah masuk diangka 40 persen, walaupun ini bagian dari rata-rata beberapa wilayah yang tentunya masih juga ada yang kurang, demikian harapan kita bagaimana kemudian wilayah yang masih di bawah 70 persen tolong betul-betul di pacu," pinta eks Kabareskrim Polri itu.
Ia menyadari, setiap wilayah memiliki tantangan dan kesulitan yang berbeda-beda. Namun, hal itu bisa diantisipasi dengan modifikasi strategi yang disesuaikan dengan kewilayahan masing-masing, katanya.
Menurut Sigit, akselerasi vaksinasi demi mewujudkan kekebalan komunal sebagaimana target Presiden Joko Widodo (Jokowi), sangat penting terkait pengendalian Pandemi Covid-19. Hal itu juga sebagai upaya antisipasi adanya varian baru Covid-19 yakni, Omicron.
"Jadi tolong yang masih belum, rekan-rekan bisa menanyakan atau kemudian melakukan modifikasi terkait dengan strategi karena saya tahu, masing-masing wilayah memiliki kesulitan yang berbeda, ini perlu dilakukan karena varian baru Omicron, Kepala BNPB sudab sampaikan sudah terdeteksi delapan," tandasnya.
Lanjut Sigit, akselerasi vaksinasi juga sebagai upaya untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19 pasca-libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Karenanya, dalam periode Nataru, Kepolisian telah menggelar Operasi Lilin, yang di dalamnya disiapkan pos pengamanan dan pos pelayanan.
"Kita membuat pos pengamanan dan pos pelayanan untuk bisa melakukan kegiatan-kegiatan dalam rangka mendukung strategi vaksinasi dan kita juga siapkan gerai vaksin dan di Rest Area kita siapkan pos pengamanan", ujarnya.
Saat aplikasi PeduliLindungi kemudian deteksi ada masyarakat belum vaksin atau baru vaksin sekali atau terkonfirmasi positif, tentu akan berikan langkah-langkah. Misalnya yang belum vaksin, akan langsung divaksin.
"Kemudian yang terkonfirmasi akan ditempatkan di ruang isolasi sementara sambil menunggu tindak lanjut, apakah dibawa ke rumah sakit rujukan atau tetap di tempat diisolasi yang dipersiapkan", papar Sigit.
Dengan upaya itu, ia berharap, periode Nataru, aktivitas masyarakat dapat berjalan lancar sehingga meningkatkan pertumbuhan perekonomian dan di sisi lain, penegakan protokol kesehatan serta pengendalian Covid-19 dapat berjalan dengan baik.
"Kita tetap harus waspada dan menjaga agar laju Covid-19 bisa kita kendalikan dengan menegakan aturan prokes secara ketat, lalu kuat dalam akselerasi percepatan vaksinasi dan memperkuat langkah-langkah 3M dan 3T karena itu semua jadi satu bagian yang harus kita laksanakan dalam operasi Nataru kali ini", pesan Sigit.
"Mohon doanya agar rangkaian ini berjalan lancar, masyarakat bisa laksanakan aktivitas di satu sisi laju Covid-19. pertumbuhannya bisa kita kendalikan," demikian harap Kapolri.








