Anggota DPRD Jawa Timur daerah Pemilihan V (Jember-Lumajang) Hari Putri Lestari
Klikwarta.com, Surabaya - Pandemi covid-19 yang masih belum diketahui masa berakhirnya membuat perekonomian masyarakat merosot tajam. Akibatnya banyak karyawan yang di PHK, dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) gulung tikar.
Anggota DPRD Jawa Timur daerah Pemilihan V (Jember- Lumajang), Hari Putri Lestari mengatakan, di tengah pandemi covid-19 ini hal yang penting adalah menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari, dan pemulihan ekonomi. Untuk itu, dirinya menghimbau kepada kepala daerah untuk saling koordinasi dengan kepala desa dalam rangka ikut pemetaan permasalahan yang ada akibat pandemi covid-19.
"Pertama terkait berapa yang di PHK, berapa pengusaha UMKM yang terganggu," kata perempuan yang akrab dipanggil Tari tersebut.
Tari mencontohkan, salah satu UMKM terganggu adalah orang jualan di sekolahan. Dimana sebelumnnya omzet penjualan lancar, namun dengan adanya covid-19 siswa tidak masuk sekolah dan masih menyesuikan kondisi maka penjualan turun drastis antara 10-30 persen.
Dengan banyaknya PHK atau ada karyawan yg dirumahkan maka membuat daya beli turun. Termasuk masyarakat pada umumnya. Karena saat ini masyakat lebih memikirkan kebutuhan pokok, seperti makanan dan minuman. pelaku UMKM banyak yg gulung tikar, Pandemi virus corona yang mampu bertahan adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pegawai tetap yang tidak di PHK.
"Misalnya dulu bisa beli baju, sepatu, barang bukan Kebutuhan pokokn, rekreasi/wisata tidak dilakukan /ditunda Jadi pertumbuhan ekonomi jadi minus," tambahnya.
Angggota Komisi E DPRD Jatim itu menegaskan, saat ini yang menjadi tugas kepala daerah adalah memetakan itu potensi dan permasalahan masyarakat setempat. Apalagi saat ini sudah ada peraturan menteri, peraturan Presiden yang memperbolehkan dana desa dipergunakan untuk penanganan covid-19.Penggunaan dana desa tidak hanya untuk kesehatan saja. Tetapi bisa digunakan untuk pemulihan ekonomi.
Tari meminta agar penanganan recovery ekonomi setiap desa tidak berjalan sendiri-sendiri. Maka hal ini menjadi fungsinya kepala dinas kabupaten, dengan dikoordinasikan bupati Jember dan Lumajang dalam rangka membantu pemetaan potensi dan permasalan kepada kepala desa dan saling membantu /gotong royong.
"Selama ini desa satu dengan desa lain kurang komunikasi. Yang penting membangun desaku (jalan sendiri-sendiri)," terangnya.
Politisi asal PDIP itu meminta agar recovery ekonomi ini antar desa bisa saling gotong royong. Tari mencontohkan, salah satu desa di Kecamatan Silo Jember potensi alam /pemandangan luar biasa ditingkatkan anak anak muda untuk bisa mengelolah menjadi tempat wisata maka desa yg lain bisa memproduksi souvernir untuk dijadikan oleh-oleh. Begitu juga halnya, desa di Kecamatan senduro Kabupaten Lumajang yang terkenal potensi alamnya. Tari menilai di Senduro dan masih banyak desa lainnya bisa digarap lebih maksimal potensi alamnya bagus untuk dikenalkan kepada wisatawan.
Peluang-peluang usaha ini bisa dikerjakan oleh ibu rumah tangga sekitar tersebut. Sementara karang taruna sebagai pemandu wisata, dan marketingnya menawarkan bisa lewat facebook, instagram.
Jika belum memahami teknologi, pemuda dan ibu-ibu bisa diberi pelatihan pemasaran melalui sosmed. Pemasaran juga bisa melibatkan asosiati hotel, restauran, dan minimarket untuk membantu menjualkan produk masyarakat setempat
"Jadi ada pembagian seperti itu. Sedangkan di desa lain atau kecamatan lain mensupport kebutuhan desa atau kecamatan lain," ujarny
Tari mengkhawatirkan jika antar desa tidak koordinasi sehingga over kebutuhannya. Padahal sebenarnya potensi produk setiap desa berbeda-beda dan bisa dijual.
Tari menegaskan, recovery ekonomi ini harus sangat serius menjadi perhatian pemerintah. Masyarakat bisa mengakses ke Kementerian terkait, DPRD tingkat I, II dan DPR RI terkait bantuan modal. Nantinya legislatif bisa sinergi dengan eksekutif.
Program-program masyarakat dalam rangka recovery ekonomi bisa disampaikan pada saat rembuk desa. Nantinya pengganggaran bisa lewat APBD kabupaten/kota, provinsi atau pusat.
anggota dewan mempunyai jasmas yang bisa juga disalurkan untuk recovery ekonomi
"Jasmas saya prioritas pembedayaan ekonomi.Dewan-dewan lain tentunya memperhatikan masa pemulihan ekonomi intinya gini dana desa, provinsi, kabupaten, APBN harus diprioritaskan untuk recovery ekonomi agar Resesi ekonomi yang ini sudah mulai itu bisa cepet bangkit," pintanya.
Untuk bidang ketahanan pangan bisa menggunakan lahan-laham yang belum digarap. Baginya Ekonomi kreaktif Jember Lumajang samgat potensial, tinggal lebih didorong diberi fasilitas bank Jatim dan membantu pemasarannya.
Selain recovery ekonomi, Tari terus sosialisasi ke masyarakat tentang bahaya covid-19 di Jawa Timur. Mengingat di desa masih banyak warga yang menyepelekannya. Apalagi WHO sendiri tidak bisa memastikan covid-19 waktu berakhirnya.
"Kapan hari Presiden Joko Widodo datang ke Jatim menyebut bahwa 70 persen masyarakat masih belum menggunakan masker. hal ini benar adanya. Maka kami sosialisasi, jangan menyepelekan covid-19," pungkasnya.
(Pewarta : Supra)








