Anggota Fraksi NasDem DPRD Jawa Timur, Deni Prasetya
Klikwarta.com, Jatim - Anggota Fraksi NasDem DPRD Jawa Timur, Deni Prasetya meminta Gubernur Khofifah Indar Parawansa agar memberikan perhatian dan dukungan maksimal dalam meningkatkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jatim. Salah satu upaya tersebut dengan mengimplementasikan kebijakan-kebijakan pemberdayaan yang holistik, seperti pembangunan infrastruktur, program pembiayaan yang terjangkau, dan dukungan dalam hal digitalisasi usaha.
“Kita harapkan UMKM di Jawa Timur dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan,” pintanya, Selasa 5 Desember 2023.
Deni juga mendesak gubernur untuk lebih progresif dalam mengambil langkah-langkah strategis guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur. Politisi asal dapil Jember-Lumajang itu mengharapkan kebijakan yang efektif untuk memperkuat sektor ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan akses pendidikan serta pelayanan kesehatan.
“Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif secara signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat di berbagai lapisan,” ucapnya.

Sementara Anggota Komisi B DPRD Jatim, Daniel Rohi mengungkapkan, bahwa sejarah membuktikan setiap kondisi krisis yang paling buruk, sektor-sektor ekonomi informal adalah penyelamat ekonomi bangsa. Indonesia pernah mengalami tekanan ekonomi luar biasa akibat terjadinya krisis ekonomi di Asia.
“Kita semua saksikan bersama betapa berbagai konglomerasi dan korporasi besar melakukan manuver-manuver yang tidak semuanya tampak na sionalis. Bahkan dengan sengaja memindahkan kantor pusatnya di negara lain, seperti Singapura,” tuturnya.
Politisi asal PDIP itu menyebut tak memungkiri bahwa warung tenda, warung kopi, penjualan kelontong serta depot dan penjual berbasis rombong adalah para pahlawan ekonomi Indonesia.
Jika dilihat berdasarkan data, jumlah koperasi di Jawa Timur yang terdaftar per bulan Juli 2023 adalah sebanyak 22.388 unit koperasi, 13.316 unit di antaranya telah memiliki Sertifikat Nomor Induk Koperasi. Jumlah tersebut lebih dari memadai untuk menopang gerakan ekonomi kerakyatan. Artinya apabila jumlah yang ada memiliki paradigma, ideologi dan spirit koperasi yang sesungguhnya. “Maka akan menjadi kekuatan besar dan memberikan jaminan bagi keberlangsungan ekonomi yang bertumpu pada semangat menolong diri sendiri dan bekerjasama,” bebernya.
Koperasi adalah wadah kegiatan ekonomi kerakyatan yang diharapkan mampu memberikan solusi bagi anggotanya dalam memberikan pelayanan, baik dalam kebutuhan simpan pinjam, kebutuhan barang pokok maupun kebutuhan lainnya. Landasan idiil koperasi Indonesia adalah Pancasila.
Daniel optimis bahwa ekonomi kerakyatan yang diwujudkan dalam bentuk Koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah wajib dipikirkan oleh negara dan pemerintah melalui kebijakan-kebijakan keberpihakan kepada rakyat.
“Fenomena serbuan produk impor pada jumlah satuan kecil melalui pasar ritel online merupakan pukulan telak bagi para pelaku usaha mikro dan industri rumah tangga yang tak sanggup memenuhi skala ekonomi (economies of scale) untuk mencapai titik efisiensi terbaik dalam proses produksi dan rantai pasokan yang mungkin sangat panjang,” pungkasnya. (ADV)








