Berbakat Menulis Cerpen dan Esai? Ikuti Lomba Ini, Hadiahnya Jutaan

Rabu, 05/09/2018 - 10:19
Ilustrasi.net
Ilustrasi.net

Klikwarta.com - September Ceria. Ya, begitu kiranya yang bakal terjadi di bulan 
september satu bulan Kedepan. Yang mana agenda-agenda pemugaran Bahasa 
dan Sastra akan berlangsung cukup menantang adrenalin bagi para penikmat 
dan pemerhati bahasa dan sastra itu sendiri, terkhusus kepada semua 
mahasiswa, pelaku, serta pemerhati Bahasa dan Sastra di Bengkulu.

Agenda dimulai dari pelaksanaan  Event Lomba Menulis Cerpen dan Esai yang 
diadakan oleh Pemerintah Daerah bekerjasama dengan Dinas Pariwisata. 
Kemudian  selanjutnya agenda Seminar Nasional Bahasa dan Sastra Indonesia 
yang juga mengadakan event untuk kepenulisan makalah sesuai subtema yang ditentukan, juga diadakan oleh Pemda bersama Dinas Pengelola Badan 
Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 
Bengkulu. Dan terakhir adanya agenda akbar "Temu Pengarang Cerpen Pemula" 
(TPCP) yang digandeng Bengkel Kepenulisan HAES (Herman Suryadi).  

Waktu pelaksanaan agenda di atas akan dimulai pada awal september hingga 
memasuki akhir bulan november. Even Lomba menulis Cerpen dan Esai 
berlangsung mulai pada tanggal 20 Agustus sampai dengan 25 Oktober, even 
Salindia (penulisan makalah) pada Seminar Nasional berlangsung pada 22 
September sampai dengan 01 Oktober, dan pelaksanaan akbar Temu Pengarang 
Cerpen Pemula akan diadakan pada tanggal 20 November 2018. Dari ketiga 
agenda tersebut, pemerintah daerah telah menyiapkan apresiasi berupa 
nominal yang cukup ideal bagi para peserta lomba.  

Bagi para pemerhati Bahasa dan Sastra dituntut untuk lebih tajam dan 
berani berkolaborasi dalam memajukan aspek utama berkebangsaan, khususnya 
bagi para pemuda yang mana hal telah bersinggungan dengan Sumpah Pemuda 
pada bunyi ke-empat "Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa 
persatuan, bahasa Indonesia". 

Sastra di Bengkulu dalam beberapa tahun belakangan memang lebih senyap 
dari tahun-tahun sebelumnya dan bila dibandingkan dengan daerah lain, 
Bengkulu tengah mengalami kemunduran dalam menyajikan Kesusastraan di 
kancah Nasional. Hal ini berdasarkan kesadaran pemerhati Bahasa dan 
Sastra yang sedang vakum atau kurang tergerak dalam persaingan yang ada. 
Terlebih bagi para pelajar dan pembelajar yang masih begitu buta dalam 
mendelik kemajuan sastra. Padahal jika kita melihat, kemajuan sastra bisa 
menjadi salah satu tolak-ukur kemajuan budaya di daerah itu sendiri. (BISRI)

A

 

Related News

loading...