Bupati Jember Pastikan MPLS Jadi Ruang Belajar, Bukan Beban: Titipan Siswa dan Pungutan Liar Dilarang

Sabtu, 18/07/2026 - 11:51
Bupati Jember Pastikan MPLS Jadi Ruang Belajar, Bukan Beban: Titipan Siswa dan Pungutan Liar Dilarang

Bupati Jember Pastikan MPLS Jadi Ruang Belajar, Bukan Beban: Titipan Siswa dan Pungutan Liar Dilarang

Klikwarta.com, Jember - Awal tahun ajaran 2026/2027 menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Jember untuk memperkuat komitmen menghadirkan pendidikan yang bersih, adil, dan berpihak kepada peserta didik.

Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 harus berlangsung secara edukatif tanpa membebani siswa maupun orang tua.

Ia juga mengingatkan seluruh satuan pendidikan agar tidak lagi membuka ruang bagi praktik titipan siswa maupun pungutan di luar ketentuan yang berlaku.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Pro Gus'e Update dan Gus'e Menyapa di SMP Negeri 1 Jember, Jumat (17/7/2026), bertepatan dengan dimulainya pelaksanaan MPLS di berbagai sekolah.

Menurut Fawait, MPLS seharusnya menjadi pengalaman pertama yang menyenangkan bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah, guru, hingga budaya belajar yang akan mereka jalani.

"Saya ingin memastikan tidak boleh ada lagi praktik titip-menitip dalam penerimaan siswa baru. Selain itu, jangan sampai ada pungutan di luar ketentuan yang telah disepakati," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Fawait turut mengingatkan para kepala sekolah, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), serta Dinas Pendidikan Kabupaten Jember agar menjaga integritas selama proses penyelenggaraan pendidikan.

Menurutnya, pelayanan di sekolah negeri harus mengedepankan prinsip transparansi, keadilan, dan akuntabilitas. Karena itu, seluruh tahapan pendidikan, mulai dari penerimaan peserta didik baru hingga pelaksanaan MPLS, wajib berjalan sesuai regulasi.

Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan, sekaligus memastikan seluruh peserta didik memperoleh hak yang sama tanpa perlakuan istimewa.

Bupati menilai hari-hari pertama di sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kenyamanan belajar siswa. Karena itu, ia berharap seluruh sekolah di Kabupaten Jember mampu menciptakan suasana yang aman, ramah, dan inklusif sejak awal tahun ajaran.

Pelaksanaan MPLS yang edukatif, menurutnya, merupakan fondasi dalam membangun budaya sekolah yang berintegritas, disiplin, sekaligus berpihak pada kepentingan peserta didik.

Dengan pengawasan yang lebih ketat terhadap praktik titipan siswa dan pungutan liar, Pemerintah Kabupaten Jember berharap penyelenggaraan pendidikan di seluruh sekolah negeri dapat berlangsung lebih bersih, transparan, dan memberikan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat. (**) 

Berita Terkait