Mahasiswa KKN-T Inovasi IPB Lakukan Penyuluhan Pencegahan Stunting Pada Ibu dan Anak di Desa Giritirta
Klikwarta.com - Baru-baru ini, isu stunting sedang menjadi perbincangan hangat di kalangan banyak individu, terutama ibu-ibu. Menurut World Health Organization (WHO), stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak yang disebabkan oleh kekurangan asupan gizi, terpapar infeksi, atau kurangnya rangsangan yang memadai. Pentingnya pencegahan stunting dilakukan agar pertumbuhan dan perkembangan anak-anak di Indonesia berjalan dengan baik. Hal tersebut dimulai dengan pentingnya wawasan khususnya bagi ibu-ibu.
Kegiatan penyuluhan pencegahan stunting yang melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor telah sukses dilaksanakan di Desa Giritirta, Kecamatan Pejawaran. Kegiatan ini fokus pada penyuluhan pencegahan stunting kepada ibu-ibu yang memiliki bayi dan anak, dengan dukungan dari bidan desa dan kader-kader posyandu setempat.
Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 13 - 17 Juli 2023 di masing-masing Posyandu yang ada di Desa Giritirta kolaborasi antara mahasiswa dan bidan desa serta kader-kader posyandu yang juga melangsungkan pemeriksaan kesehatan, penimbangan berat badan, dan pengukuran tinggi bayi dan anak di Desa Giritirta.
Kegiatan ini dimulai dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada bayi dan anak yang didampingi oleh ibunya. Lalu dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai cara pencegahan stunting terkait pola makan yang sehat dan asupan gizi yang tepat untuk mencegah stunting pada anak-anak. Selain itu, ibu-ibu juga diberikan informasi tentang pentingnya perawatan kesehatan selama kehamilan dan setelah persalinan.
Tak hanya materi pencegahan stunting yang disampaikan kepada ibu-ibu namun materi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) juga disampaikan kepada ibu dan anak sebagai bentuk salah satu upaya pencegahan stunting yang dimulai dengan hidup bersih dan sehat.
Selain itu, terdapat demonstrasi pembuatan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) yang disampaikan langsung oleh mahasiswa dan dapat disaksikan secara langsung oleh para ibu bayi dan anak. Setelah itu, dilanjutkan dengan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi, lingkar lengan dan lingkar kepala pada bayi dan anak di Desa Giritirta yang dipandu oleh bidan desa dan kader-kader posyandu.
Kegiatan KKN ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, kesadaran akan pentingnya pencegahan stunting dan perilaku hidup bersih dan sehat khususnya kepada ibu dan anak di Desa Giritirta.
"Berkolaborasi dengan tenaga medis lokal yaitu ibu bidan sangat penting dalam memastikan kesuksesan kegiatan ini. Kader-kader posyandu dan bidan desa juga telah memberikan wawasan yang berharga dan membantu kami dalam merancang program penyuluhan yang efektif." ujar Koordinator KKN Desa Giritirta, Febrian Gusti Pratama.
Ibu-ibu yang hadir dalam kegiatan penyuluhan merasa antusias dan terbuka terhadap informasi yang diberikan oleh mahasiswa. Mereka mengakui bahwa pengetahuan yang diperoleh akan membantu mereka dalam merawat anak-anak dengan lebih baik dan mencegah stunting dan juga menerapkan perilaku bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari..
Kegiatan KKN ini bukan hanya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting, tetapi juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan mereka dalam konteks nyata. Dengan kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat, upaya pencegahan stunting di Desa Giritirta diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat jangka panjang.








