Pegiat seni asal Solo, Endah Laras
Klikwarta.com, Surakarta - Pegiat seni asal Solo, Endah Laras, tampil memukau dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta. Ia membawakan lagu Tanah Airku dengan aransemen keroncong, menghadirkan nuansa berbeda dalam perayaan kenegaraan tersebut.
Kesempatan tampil di Istana Merdeka disebut Endah Laras sebagai sebuah kebanggaan sekaligus pengalaman berharga. Ia menuturkan, tidak semua seniman bisa mendapat panggung di acara kenegaraan sebesar peringatan kemerdekaan.
“Siapa pun pasti akan merasa excited karena pentas di Istana itu kebanggaan. Sebagai warga negara, tentu ingin ikut andil meramaikan dan memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia,” ujarnya. Rabu (20/8)
Bagi Endah, tampil di Istana bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya, ia pernah mengisi acara kenegaraan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, termasuk saat pelepasan Kabinet Indonesia Maju. Namun, peringatan HUT RI ke-80 kali ini terasa istimewa karena digelar di halaman Istana dengan skala penampilan yang lebih besar.
Dalam kesempatan itu, Endah mengenakan kebaya rancangan Didit Hediprasetyo, putra Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Busana tersebut menurutnya memberi kebanggaan tersendiri karena dibuat khusus dan pas dikenakan tanpa proses pengukuran.
Endah Laras membawakan lagu Tanah Airku dengan sentuhan musik keroncong, yang jarang ditampilkan di acara kenegaraan. “Biasanya Tanah Airku diiringi nuansa melankolis. Kali ini dibawakan dengan keroncong, sekaligus menunjukkan bahwa keroncong tetap hidup, bahkan bisa tampil di Istana,” katanya.
Selain itu, Endah juga berkolaborasi dengan Cakra Khan dan Rossa membawakan lagu Berkibarlah Benderaku, dengan sentuhan tradisi yang dikemas dalam harmoni modern. Penampilan tersebut, menurutnya, menjadi tantangan tersendiri namun berhasil disajikan dengan baik.
Endah berharap momentum peringatan kemerdekaan ke-80 yang dilambangkan dengan angka “8” dan “0” dapat dimaknai sebagai semangat tanpa henti. “Angka 8 itu tidak pernah putus, begitu juga angka 0. Semoga Indonesia tidak pernah putus semangatnya untuk berbenah, pulih, dan menuju masyarakat adil, makmur, serta sejahtera,” ungkapnya.
(Kontributor: Widyo)








