Bea Cukai Surakarta dan Pemkab Karanganyar beserta Forkopimda Karanganyar menggelar kegiatan pemusnahan Barang Menjadi Milik Negara (BMMN), di halaman Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (29/08/2024)
Klikwarta.com, Karanganyar - Bea Cukai Surakarta dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Karanganyar menggelar kegiatan pemusnahan Barang Menjadi Milik Negara (BMMN), di Halaman Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (29/08/2024).
BMMN ini merupakan hasil tegahan yang dilakukan selama bulan Juli 2023 sampai dengan Februari 2024 yang kegiatan pemusnahannya didanai oleh Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Pemerintah Kabupaten Karanganyar.
Barang-barang tersebut berupa barang kena cukai hasil tembakau dan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) atau miras. BMMN tersebut telah mendapatkan persetujuan untuk dimusnahkan sesuai izin dari Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surakarta dan Kantor Wilayah DJKN Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta.
“Kegiatan pemusnahan ini merupakan hasil dari penindakan Bea Cukai Surakarta yang sebagian merupakan hasil operasi pasar rutin yang dilakukan secara mandiri oleh Bea Cukai Surakarta dan juga sinergi operasi bersama dalam rangka pemanfaatan DBHCHT dengan Satuan Polisi Pamong Praja Pemprov Jateng, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Wonogiri, Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Klaten, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Boyolali," jelas Kepala Kantor Bea Cukai Surakarta, Yetty Yulianty kepada wartawan di sela kegiatan itu.
Selama periode tersebut, imbuh Yetty, Bea Cukai Surakarta telah melakukan penindakan rokok ilegal sejumlah 3.021.343 batang dan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) sejumlah 246 liter (410 botol) dengan total nilai barang Rp 4.003.634.325,00 dan potensi kerugian negara sebesar Rp 2.760.418.086,00.
Adapun rincian rokok illegal yang dimusnahkan, untuk jenis rokok SKT sebanyak 2448 batang, SKM sebanyak 2.920.075 batang dan SPM sebanyak 98.820 batang.
"Untuk pemusnahan berupa rokok dilakukan dengan cara dibakar sebagian pada saat seremoni sehingga musnah dan terbakar habis. Kemudian untuk sisanya akan dirusak kemasannya, dimasukkan ke lubang, disiram air kemudian ditimbun di Tempat Pembuangan Akhir Jumantono Karanganyar. Untuk barang kena cukai berupa miras, dimusnahkan dengan dilakukan penuangan pada tong sehingga menjadi rusak," tandasnya.
Pada kesempatan yang sama, Pj Bupati Karanganyar Timotius Suryadi, mengatakan, pemusnahan tiga juta batang lebih serta ratusan liter miras ilegal ini menjadi bukti komitmen bersama dalam menegakkan hukum dan melindungi masyarakat dari dampak dari peredaran barang ilegal.
"Kita semua harus menyadari bahwa barang-barang ilegal tak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan pajak, tetapi juga membahayakan masyarakat sekaligus merusak tatanan ekonomi," ucapnya.
Pewarta : Kacuk Legowo








