Ingin Dorong Pariwisata, Bulgaria Buka Peluang Kolaborasi dengan Rumah Atsiri Indonesia

Minggu, 23/03/2025 - 00:57
Duta Besar Bulgaria untuk Indonesia, Tanya Dimitrova bersama Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana, saat mengunjungi Rumah Atsiri Indonesia, di Desa Plumbon, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jumat (2132025).

Duta Besar Bulgaria untuk Indonesia, Tanya Dimitrova bersama Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana, saat mengunjungi Rumah Atsiri Indonesia, di Desa Plumbon, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jumat (2132025).

Klikwarta.com, Karanganyar - Bulgaria membuka peluang kolaborasi dengan Rumah Atsiri Indonesia untuk membantu mendorong pengembangan pariwisata.

Hal itu disampaikan Duta Besar Bulgaria untuk Indonesia, Tanya Dimitrova, didampingi Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana, saat mengunjungi Rumah Atsiri Indonesia, di Desa Plumbon, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jumat (21/3/2025).

"Terimakasih banyak, saya di sini, di Rumah Atsiri, karena perhatian saya untuk membantu mendorong pariwisata, dan Bulgaria ingin menjalin kolaborasi," ungkap Tanya.

Dia menambahkan, antusias para investor dan sumber daya yang ada dapat dikolaborasikan untuk mendukung pembangunan sektor pariwisata, begitu juga terhadap potensi dan sumber daya yang telah dimiliki Rumah Atsiri Indonesia di Karanganyar ini.

"Keinginan kami menjalin kerjasama adalah fokus pada pembangunan sektor pariwisata. Dan kami di sini (Rumah Atsiri) saat ini, untuk memungkinkan kolaborasi itu dapat terjalin dengan Bulgaria. Terima kasih telah menyambut dengan baik kedatangan kami di sini," kata Tanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, mengatakan bahwa kunjungan Duta Besar Bulgaria tersebut, dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, memperkuat sektor ekonomi kreatif, budaya, dan pariwisata.

Dia menjelaskan, Rumah Atsiri bukan sekadar destinasi wisata, melainkan jejak sejarah kerjasama antara Indonesia dan Bulgaria di bidang minyak atsiri.

"Dari pabrik penyulingan di masa lalu, kini Rumah Atsiri menjadi simbol eratnya hubungan antara Indonesia dan Bulgaria. Jejak sejarah itu sekaligus menjadi peluang besar bagi Karanganyar untuk melangkah ke panggung pariwisata internasional," ujar Adhe.

Sebagai informasi, dikutip Klikwarta.com dari laman website Pesona Karanganyar. Rumah Atsiri Indonesia merupakan hasil revitalisasi Pabrik Citronella yang berdiri pada tahun 1963. Pabrik Citronella saat itu dibangun atas kerja sama Pemerintah Indonesia dan Bulgaria untuk mengolah minyak atsiri dengan bahan dasar sereh wangi atau citronella. 

Pada tahun 1986, Pabrik Citronella tersebut berpindah tangan dari pihak pemerintah ke swasta. Lalu pada sekitar tahun 2015, pabrik ini telah berhenti beroperasi karena adanya masalah dengan ketersediaan bahan baku dan perekonomian. 

Kemudian, PT Rumah Atsiri Indonesia mengambil alih dan merevitalisasi bangunan pabrik menjadi tempat rekreasi Rumah Atsiri. Rumah Atsiri Indonesia mulai beroperasi dan dibuka untuk umum sebagai salah satu destinasi wisata aromatic wellness pada bulan Mei 2018.

Memiliki luas sebesar 2,5 hektar, Rumah Atsiri Indonesia merujuk pada konsep wisata edukasi alam terkait minyak atsiri dan pemanfaatannya.

Pewarta : Kacuk Legowo

Berita Terkait