Karanganyar Tuan Rumah Rakor FKUB se-Solo Raya, Perkuat Moderasi Beragama

Jumat, 04/07/2025 - 17:40
Rakor FKUB se-Solo Raya, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (3/7/2025).

Rakor FKUB se-Solo Raya, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (3/7/2025).

Klikwarta.com, Karanganyar - Pemerintah Kabupaten Karanganyar menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-Soloraya, yang berlangsung sukses di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar pada Kamis (3/7/2025).

Rakor ini dihadiri oleh para pimpinan FKUB, Bakesbangpol, serta perwakilan Kantor Kementerian Agama dari seluruh wilayah Solo Raya. Pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi dan koordinasi yang krusial untuk memperkuat semangat moderasi beragama dan menjaga kondusivitas sosial di kawasan Solo Raya.

Bupati Karanganyar, Rober Christanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Karanganyar sebagai tuan rumah. Ia menekankan bahwa kegiatan ini sangat strategis dalam merumuskan gagasan baru untuk menangani isu-isu kerukunan umat beragama di setiap wilayah.

"Pertemuan seperti ini sangat penting. Di sini kita bisa berbagi ide dan strategi menangani persoalan-persoalan sosial keagamaan di masing-masing daerah. FKUB adalah rumah besar yang menyatukan seluruh umat beragama," ungkap Bupati Rober Christanto.

Bupati juga menyoroti peran aktif FKUB Karanganyar yang selama ini telah mendampingi masyarakat lintas agama dalam berbagai perayaan keagamaan.

"Saya merasa bangga karena FKUB Karanganyar selalu hadir membersamai masyarakat. Semoga forum seperti ini terus digelar dan menjadi wadah inspirasi bagi semua daerah di Soloraya," tambahnya.

Sementara, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Wahid Arbani, S.Ag., M.Si., dalam arahannya menyampaikan bahwa FKUB memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman.

"FKUB adalah pilar utama kerukunan. Kegiatan ini penting sebagai forum diskusi dan berbagi praktik baik dalam membangun kedamaian, utamanya melalui sikap moderasi beragama," ujar Wahid Arbani.

Wahid Arbani juga menegaskan bahwa Indonesia sebagai bangsa majemuk harus menerima perbedaan sebagai kekuatan yang mempersatukan, bukan sebagai pemisah.

Pewarta : Kacuk Legowo

Berita Terkait