TMMD ke-127 Kodim 1423/Soppeng, Kisah Perubahan yang Merangkai Harapan

Kamis, 26/02/2026 - 15:43
Tim Wasev Brigjen TNI Mukhlis saat berdialog dengan warga di lokasi TMMD, Kamis (26/2)

Tim Wasev Brigjen TNI Mukhlis saat berdialog dengan warga di lokasi TMMD, Kamis (26/2)

Klikwarta.com, Soppeng – Di sebuah sudut Kabupaten Soppeng, tepatnya di Desa Jampu dan Desa Barang, kehidupan masyarakat dulu lekat dengan jalan berlumpur dan sulitnya akses air bersih. Bagi warga seperti Ibu Nurhafsah, Kepala Desa Jampu, setiap hari adalah perjuangan menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakatnya.

“Kita selalu berharap ada yang melihat kita, mendengar suara kita,” tuturnya sembari menatap jalan desa yang kerap menyulitkan warga saat musim hujan tiba.

Harapan itu menemukan jawabannya pada Kamis (26/2/2026). Sejak pukul 08.00 WITA, Posko TMMD di Dusun Jampu dipenuhi wajah-wajah ceria. Kehadiran Tim Pengawasan dan Evaluasi TMMD Ke-127 Tahun Anggaran 2026 yang dipimpin Brigjen TNI Mukhlis, S.Ap., M.M., disambut langsung oleh Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE., Wakil Bupati Ir. Selle KS Dalle, serta jajaran Forkopimda.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya. Dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, Soppeng menjadi salah satu daerah yang dipercaya menjalankan program TMMD Ke-127.

“Apa yang dulu kita kira hanya mimpi—rumah layak huni, air bersih yang mudah didapat, jalan yang bisa dilewati kapan saja—kini mulai menjadi kenyataan,” ujarnya dengan suara bergetar haru.

.

Perubahan itu nyata dirasakan warga. Pak Anwar dari Desa Barang mengenang masa ketika ia harus berjalan hingga dua kilometer demi mendapatkan air bersih. Kini, sumur bor lengkap dengan bak penampungan berdiri kokoh di desanya.

“Saya tidak perlu lagi bangun pagi-pagi hanya untuk mencari air,” katanya sambil tersenyum bangga menunjukkan fasilitas tersebut kepada rombongan.

Peninjauan lapangan pun dilakukan. Jalan desa yang dulu licin dan berlumpur kini telah dipadatkan, membuka akses ekonomi dan mobilitas warga menuju pasar maupun fasilitas publik. Di lokasi rehabilitasi rumah tidak layak huni, keluarga penerima manfaat mulai membayangkan kehidupan baru di hunian yang lebih aman dan sehat.
“Rumah ini seperti baru,” ungkap salah satu anggota keluarga dengan mata berbinar.

Tak hanya pembangunan fisik, TMMD Ke-127 juga menghadirkan harapan jangka panjang. Sebanyak 200 bibit pohon ditanam di lahan yang sebelumnya terbengkalai. Setiap batang pohon menjadi simbol komitmen menjaga lingkungan dan mewariskan masa depan yang lebih hijau bagi generasi mendatang.

.

Di sela peninjauan, Brigjen TNI Mukhlis menyampaikan pesan hangat namun tegas. Ia menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar proyek pembangunan.

“Saya melihat bukan hanya beton dan pasir di sini. Saya melihat identitas yang kuat, rumah panggung Bugis yang indah, keberadaan kalong yang unik, dan semangat masyarakat yang tidak pernah padam. Keunikan kalian adalah kekayaan kalian. TMMD datang bukan untuk mengubahnya, melainkan untuk membantu kekayaan itu bersinar lebih terang,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa setiap anggaran program diberikan langsung kepada masyarakat tanpa melalui kontraktor, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga yang membutuhkan.

Bagi Desa Jampu dan Desa Barang, TMMD Ke-127 bukan sekadar rangkaian kegiatan pembangunan. Ia adalah jembatan antara harapan dan kenyataan, antara keterbatasan dan peluang. Di atas jalan yang kini kokoh, di bawah pohon-pohon yang mulai tumbuh, dan dari sumur yang memancarkan air bersih, terangkai kisah perubahan yang akan terus dikenang sebagai awal kebangkitan desa.

(Kontributor: Eris)

Berita Terkait