Ratusan Ribu Warga Jawa Tengah Terpapar Narkoba, Kepala BNNP: 65 Persen Ganja dan 38 Persen Sabu

Rabu, 17/11/2021 - 18:50
BNNP Jawa Tengah saat memberikan materi Bimtek kepada calon pengurus DPC Geram Kabupaten Blora.

BNNP Jawa Tengah saat memberikan materi Bimtek kepada calon pengurus DPC Geram Kabupaten Blora.

Klikwarta.com, Blora -  Kepala Badan Narkotika Nasional Propinsi Jawa Tengah Brigjen. Pol Drs Purwo Cahyoko mengatakan, ada 195 ribu warga di Jawa Tengah yang terpapar narkoba.

“Di Jawa Tengah angka Prevalensi narkotika ada di 1,3 persen. Dan dihitung dari angka - angka itu ada 190 ribuan masyarakat Jawa Tengah  terpapar oleh narkotika.Ini yang dapat kita temukan dari hasil kasus,” kata Purwo Cahyoko, usai membuka acara Bimtek P4GN ,Rabu (17/11/2021).

Untuk modus yang diungkap,lanjut Purwo,biasanya melalui media sosial.Setelah terjadi transaksi disuruh mengirim ke nomor rekening dan barangnya ditaruh di suatu tempat untuk diambil.

"Ada juga yang dikendalikan oleh para napi yang ada di lapas," ungkapnya.

o

Saat disinggung terkait narkoba yang menyasar anak kecil,Purwo menegaskan sampai sekarang belum ditemukan yang dijual di permen-permen.Karena beberapa waktu lalu, setelah diadakan tes di laboratorium,yang berbahaya ada zat yang seharusnya tidak digunakan untuk makanan malah digunakan untuk makanan.

"Itu yang sekarang menjadi pantauan BNN selama ini.Kita berharap orang tua untuk memberikan informasi kepada anaknya.Kalau jajan jangan sembarangan.Karena bahan bahan yang tidak untuk makanan,biasanya digunakan untuk makanan agar makanan nya enak.Tapi kalau didalamnya dicampur narkotika sampai saat ini belum ditemukan," tegasnya.

Lebih lanjut Purwo mengungkapkan, di Jawa Tengah penggunaan narkoba 65 persen ganja,38 persen sabu dan sisanya ekstasi.

"Kalau dari Jawa Tengah pintu masuk dari Jakarta,ada juga dari perairan laut dan pernah 3 tahun lalu ditemukan dari pantai Jepara.Himbauan ayo kita perangi narkoba bareng bareng karena bisa menghilangkan generasi dan keutuhan NKRI.Jika melihat ada orang yang menggunakan narkoba segera lapor ke BNN agar segera diobati," ujarnya.

Sementara itu Havid Sungkar Ketua DPD Gerakan Rakyat Anti Madat (Geram) agar pengurus DPC Geram Kabupaten Blora bisa memberi edukasi kepada masyarakat tentang bahaya narkoba di Kabupaten Blora.

"Jadi Geram harus bisa memberi edukasi kepada masyarakat.Kami berpesan agar pengurus peduli dan terjun ke lapangan terkait bahaya narkoba.Di Jawa Tengah narkoba hampir merata.Para bandar menjual barangnya agar laku dengan cara menawarkan kepada anak muda," ujar Havid.

Pewarta: Fajar

Berita Terkait