Foto: Hasil tangkapan layar CCTV hotel menunjukkan Ngari sempat berjalan ke tempat parkir.
Klikwarta.com, Blora - Ngari salah satu jamaah umroh asal Desa Sendang Wates, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dinyatakan hilang di Jakarta. Hingga kini Ngari masih belum diketahui kabarnya.
"Iya sampai saat ini bapak saya belum ketemu. Terakhir terlihat di plataran hotel. Setelah itu, tidak tahu keberadaannya dimana," kata Sarji salah satu anak Ngari, Jumat (03/06/2022).
Sarji menceritakan, ayahnya berangkat bersama ibunya dari Blora pada 23 Mei 2022, sekira pukul 01:00 WIB. Sampai di Jakarta sekira pukul 12:00 WIB.
"Saat makan siang di hotel itu, ayah saya berpamitan merokok. Tapi setelah itu, tidak ada yang mengetahui keberadaannya. Gambar terakhir yang terlihat di CCTV hotel, dia pergi seorang diri," ungkapnya.
Sarji menjelaskan, hingga rombongan umroh kembali ke tanah air hari ini, keberadaan Ngari tak kunjung ada kabar. Pihaknya juga telah melaporkan kejadian ini ke polisi dengan nomor : LP/B/16/V/2022/spkt/sek Tebet/resto Jaksel/Polda Metro Jaya.
"Kasus ini sudah kita laporkan ke Polsek Tebet, Jakarta Selatan. Bahkan upaya pencarian ke RT / RW juga sudah kita lakukan. Kita tanya ke marbot masjid - masjid juga tidak mengetahui keberadaan bapak saya," ungkapnya.
Sementara itu, Arif dari biro umroh mengatakan, di Jakarta rombongan umroh asal Blora berjumlah 100 orang. Dijadwalkan berangkat ke tanah suci pada 24 Mei 2022.
"Saat tiba di Jakarta itu, tepatnya di hotel, saudari Ngari pamit untuk membeli rokok dan kopi. Namun hingga di tunggu sampai jam 5 sore tidak ada kabar untuk kembali," kata Arif.
Terpaksa, rombongan umroh, termasuk istri Ngari diberangkatkan umroh ke tanah suci tanpa dirinya. Meski begitu, pihak biro umroh masih akan memberikan hak - haknya atau akan memberangkatkan Ngari ke tanah suci apabila sudah ditemukan.
"Terpaksa rombongan kami berangkatkan tanpa saudara Ngari. Sedangkan istrinya juga ikut berangkat beserta rombongan. Hari ini rombongan sudah tiba di rumah. Namun saudara Ngari hingga kini belum diketahui keberadaannya," ungkapnya.
"Saudara Ngari terakhir terpantau kamera CCTV hotel keluar sendirian. Semua pihak sudah berupaya untuk mencari. Kami juga mohon apabila mendapatkan informasi keberadaan beliau untuk memberikan informasi ke kami atau keluarga," terang Arif.
Ia menambahkan, saat terpantau di CCTV, Ngari masih memakai seragam batik dari pihak biro travel. Diketahui yang bersangkutan memiliki penyakit ambeien dan perokok aktif.
"Ini terlihat dari CCTV ia keluar sendiri, waktu pada makan siang di ruang makan hotel dan pembagian kunci kamar. Jadi belum sempat masuk kamar, banyak jamaah tidak tahu karena hampir semua jamaah di dalam ruang, ada yang dengar dia sempat pamit pada teman mau beli rokok. Karena dia perokok dan ngopi. Tapi menurut pengakuan keluarga dia punya penyakit ambeien, sering BAB, kalo bab sukanya lama. Tapi ditunggu gak kembali," jelasnya.
Sementara itu, Hendro Nurcahyo jamaah umroh yang satu bus dengan Ngari menuturkan, saat di dalam bus, Ngari merokok terus.
"Ning jero bis ac ae rokok terus sampek plepeken koncone (di dalam bus AC rokok terus sehingga membuat teman lain jadi pengap-red)," ujar Hendro warga Cepu.
Lebih lanjut Hendro mengungkapkan, Ngari saat itu selesai makan siang di hotel kemudian merokok di dalam hotel dan ditegur satpam.
"Kuwi pas bar makan siang ning hotel, terus ngrokok jero (di dalam) hotel, di lorohi (ditegur) satpam terus metu (keluar) bablaaasss," pungkasnya.
Pewarta: Fajar








