Walikota Santoso Santuni 667 Anak Yatim Piatu se- Kota Blitar

Kamis, 14/04/2022 - 23:06
Walikota Santoso Ketika Menyerahkan Santunan Secara Simbolis ke Anak Yatim Piatu di Kota Blitar (foto : Faisal NR / Klikwarta.com)
Walikota Santoso Ketika Menyerahkan Santunan Secara Simbolis ke Anak Yatim Piatu di Kota Blitar (foto : Faisal NR / Klikwarta.com)

Klikwarta.com, Blitar - Walikota Blitar Santoso memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu se- Kota Blitar yang berjumlah 667 anak secara simbolis di Balaikota Koesomo Wicitra, Kamis (14/4/2022).

Santunan anak yatim piatu ini menurut Santoso dilakukan sebagai ekspresi kepedulian Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar. Ia meminta penerima santunan maupun para pengasuh anak yatim piatu tidak melihat nominal santunan berupa uang yang diberikan, melainkan melihat bagaimana kepedulian pemerintah untuk masyarakatnya itu nampak. 

Dikatakannya, total uang santunan yang diberikan kepada masing-masing senilai tujuh ratus ribu rupiah. Dimana uang santunan enam ratus ribu ditambah uang lebaran sebesar seratus ribu rupiah. Pemberian santunan dilakukan secara simbolis sebanyak 60 anak lantaran kondisi masih pandemi Covid-19. 

Di hadapan anak-anak yatim piatu yang hadir di lokasi acara, Walikota Santoso mendoakan kelak dari anak-anak yatim piatu itu nantinya menjadi orang sukses bahkan menjadi pemimpin umat yang bermanfaat bagi masyarakat, negara dan agama. Ia sempat menceritakan jika dulu saat masih kelas 4 SD sudah ditinggal oleh ayahandanya lantaran meninggal dunia.

"Memang kita semua tidak ada yang ingin ditinggal oleh kedua orang tua terlebih saat kita masih kecil. Namun jika Allah Subhanahuwata'ala sudah berkehendak seperti itu sudah tidak bisa dielakkan karena telah menjadi ketetapannya," katanya. 

Santoso berpesan kepada anak-anak yatim piatu se- Kota Blitar untuk terus membangun semangat berjuang menggapai kesuksesan di kemudian hari. Ia mendoakan agar anak yatim piatu di Kota Blitar dalam lindungan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Kuasa.

"Karena kita tidak tahu adi-adik yang disini dua puluh atau tiga puluh tahun lagi ada yang menjadi kepala dinas, bahkan menjadi walikota menggantikan saya. Karena saya dulu di SD kelas empat sudah ditinggal oleh bapak ya, jadi saya bisa memahami dan tahu persis perasaan bagaimana menjadi seorang yatim atau piatu bahkan yatim piatu. Semoga di masa depan nanti anak-anakku ini sukses bermanfaat untuk masyarakat, negara dan agama," pungkasnya. 

 

(Pewarta : Faisal NR)

Related News