Anggota Komisi B DPRD Jatim, Daniel Rohi
Klikwarta.com, Jatim - Untuk mencegah munculnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD) pada sapi di Jawa Timur, Komisi B DPRD Jatim mendesak Dinas Peternakan dan instansi terkait agar segera membuat langkah. Salah satunya mendirikan pos pemeriksaan sapi di perbatasan Jatim.
Anggota Komisi B DPRD Jatim, Daniel Rohi menegaskan, penyakit LSD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan menyerang ternak sapi serta kerbau. Penyakit itu sudah dinyatakan wabah di Provinsi Riau pada Februari 2022. Penyebarannya melalui vektor dan kontak langsung dengan ternak yang sakit.
"Walaupun tidak menular ke manusia, tapi daging ternak yang terinfeksi LSD tidak layak dikonsumsi, karena mengalami kekurangan nutrisi protein. Daging tersebut mengalami lack of nutrient protein asam amino," tuturnya, Selasa 20 Juni 2023.
Daniel meminta agar didirikan pos pemeriksaan hewan qurban di perbatasan. Jika nantinya ada ternak hewan qurban asal luar Jatim masuk, maka perlu ada pemeriksaan di setiap jalur pintu masuk akses ke Jawa Timur.
“Dirikan pos pantau di pemeriksaan. Jangan sampai ternak asal luar Jatim membawa penyakit menular yang mengancam kesehatan hewan ternak di Jatim. Sekali lagi harus betul-betul pengawasan ketat untuk itu," pintanya.
Selain pemeriksaan secara massal, politisi asal PDIP itu juga meminta agar ada pemberian vaksin terhadap ternak yang akan menjadi hewan qurban. Ia menilai menjelang Iduk Adha, tentunya Dinas Peternakan kabupaten/kota dan provinsi harus siaga dan meningkatkan kewaspadaan.
“Bahwa masing-masing hewan harus dilakukan pengecekan dan monitoring serta diberikan surat jalan yang diambil dari satu titik ke titik lain. Tak hanya itu, pencegahan LSD juga lewat vaksinasi terus dilakukan. Hingga saat ini, Kementerian Pertanian sedang menyiapkan sekitar 200 ribu vaksin LSD untuk Jawa Timur," ungkapnya.
Berdasarkan data yang masuk, proyeksi kebutuhan sapi kurban di Jawa Timur mencapai 56.851 ekor semen5ara ketersediaan 1.003.700 ekor. Sedangkan, kebutuhan kambing diperkirakan sebesar 211.951 ekor, sementara ketersediaan 727.600 ekor. Adapun kebutuhan Domba sekitar 35.291 ekor sementara ketersediaan 277.000 ekor dan kerbau diperkirakan kebutuhan 13 ekor sementara ketersediaan 4.250 ekor. (adv)








