Anggota DPRD Jatim Karimullah Saat Melakukan Reses
Klikwarta.com, Jawa Timur - DPRD Jawa Timur meminta pemerintah meningkatkan pengawasannya terhadap distribusi pupuk subsidi. Dengan begitu, distribusi pupuk subsidi bisa tepat sasaran.
Anggota DPRD Jatim, Karimullah mengaku saat reses di dapil Jember -Lumajang keluhan yang sering disampaikan adalah kelangkaan pupuk. Petani kesulitan menggarap sawahnya karena tidak mempunyai pupuk.
“Ada warga yang menyeletuh dan melontarkan pertanyaan kenapa saat ini memperoleh pupuk subsidi begitu sulit dari pada jaman presiden Pak Soeharto. Maka itu pihaknya berharap agar pemerintah kembali meningkatkan pengawasan terhadap pupuk subsidi yang dikeluhkan tersebut,”kata Karimullah, saat serap aspirasi di Desa Umbulsari, Kabupaten Jember, 24 Januari 2024.
Karimullah menjelaskan agar masyarakat tidak ketergantungan ke pupuk subsidi, pemerintah harus sering sosialisasi ke petani agar beralih ke pupuk non organik. “Kita harapkan kehadiran Menteri Pertanian baru ini agar betul-betul fokus di persoalan tadi yang saya katakan tentu karena kelangkaan itu karena keterbatasan dana subsidi harus ditambah,” pintanya.
Para petani menduga kelangkaan pupuk karena ada mafia. Maka pihaknya meminta pemerintah untuk memberantas mafia pupuk yang selama ini menjadi salah satu penyebab kelangkaan pupuk bersubsidi.
“Yang ketika barangkali pola distribusinya melalui koperasi atau Koperasi Unit Desa yang dulu sangat efektif menjadi mitra pemerintah untuk penyaluran pupuk, saya kira harus dihidupkan kembali,” katanya.
Karimullah menyebut kalau penyaluran pupuk diserahkan pihak swasta, maka distribusi akhirnya tidak terkontrol, dan tidak sampai kepada masyarakat..
Selain itu juga, pihaknya menyampaikan pemerintah baik provinsi, dan kabupaten di Jember memberikan perhatian terkait potensi wisata. Mengingat dengan adanya potensi wisata tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. (Adv)








