(Ilustrasi Hubungan LDR, Sumber : Borobudurnews)
Penulis : Rofifah Hanna Luthfiah
Klikwarta.com - Di masa pandemi yang belum berakhir seperti sekarang ini, banyak pasangan muda yang sama-sama berjuang untuk mempertahankan hubungannya. Apalagi selama masa pandemi Covid-19 ini mereka meminimalisir pertemuan atau bahkan menjadi tidak pernah bertemu tatap muka. Lalu bagaimana dengan nasib para pejuang LDR di kala pandemi?
LDR atau long distance relationship adalah hubungan antara pasangan yang secara geografis terpisah satu sama lain, dipisahkan oleh jarak yang jauh sehingga tidak adanya kesempatan untuk melakukan kontak fisik dalam periode waktu tertentu. Bagi pasangan LDR, mempertahankan hubungan di masa pandemi terasa sangat berat dibandingkan sebelumnya. Banyak sekali pasangan LDR yang gagal melanjutkan hubungannya dan sedikit pula pasangan yang berhasil mempertahankannya.
Pasangan yang menjalin hubungan LDR ini sudah terbiasa dengan hubungan jarak jauh. Akan tetapi di masa pandemi ini mereka harus menyesuaikan ekspektasi terhadap satu sama lain demi keberlangsungan hubungan mereka. Kisah percintaan yang berbeda kota atau bahkan negara ini hanya bisa melepas kerinduan dengan telepon dan video call.
Hambatan utama bagi pasangan ini yaitu intensitas berkomunikasi yang sangat terbatas dan pertemuan tatap muka yang sangat minim. Selain itu, tidak adanya kepastian tentang masa depan juga menjadi hambatan bagi pejuang LDR. Cara agar hubungan tetap berlanjut yaitu luangkan waktu untuk berkomunikasi, memberi perhatian lebih dan juga saling menjaga komitmen.
Di kala grafik kenaikan Covid-19 yang terus menerus meningkat setiap harinya, ada kaum LDR yang berdoa dengan penuh harap agar pandemi cepat berakhir. Seperti yang dialami Athifah Noviyanti (24), salah satu perempuan yang menjalin hubungan jarak jauh antara Depok-Kuningan Jawa Barat ini mengaku, alasan hubungannya masih bisa bertahan yaitu karena 3K (Keterbukaan, Komunikasi, Kepercayaan).
"Ya kuncinya 3K (Keterbukaan, Komunikasi, Kepercayaan) yang penting komunikasi harus berjalan dengan lancar dan harus saling pengertian dengan kesibukan masing-masing. Harus saling terbuka karena kalau terbuka pasti komunikasi berjalan dengan lancar dan akan saling percaya," ungkapnya.
Nyatanya, tidak semua orang bisa menjalani hubungan jarak jauh. Hanya orang-orang yang mempunyai kesabaran, kesetiaan, dan tanggung jawab tinggi yang bisa menjalaninya apalagi di masa pandemi. Semangat terus untuk para pejuang LDR, anggap saja pandemi ini adalah ujian agar hubungannya menjadi lebih kuat lagi dan menjadi lebih mengenal secara dalam.
(Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta)








