Ilustrasi foto (sumber foto : englishlive.ef.com)
Klikwarta.com - Cinta ialah perasaan kasih sayang dan ketertarikan pribadi terhadap sesuatu (umumnya kepada orang lain). Sadar atau tidak, usia remaja biasaya menjadi momen seorang insan merasakan jatuh cinta untuk kali pertama. Untuk pertama kalinya juga, hati ini merasakan sesuatu yang aneh seperti ada kupu-kupu berterbangan ditambah jantung yang berkerja secara cepat tanpa sebab. Naasnya kala remaja cinta yang diberikan sang Tuan sebatas cinta monyet belaka.
Kisah cinta yang bahagia dan penuh warna layaknya cerita novel romantis menjadi impian. Tak heran setiap orang berharap dipertemukan dengan seseorang yang tepat untuk berbagi kasih sayang sepanjang hayat. Pertambahan usia pun semakin menyadari bahwa ternyata kita hanya membutukan cinta sejati. Supaya bisa bertahan dalam suka dan duka, berbagi beban bersama, bangkit dan berjuang bersama, hingga akhirnya menua dan mati. Ya, itu bersamamu, cinta sejati.
Usia yang membawa seseorang ke titik dewasa juga menyadarkan akan pengaruh cinta dalam kehidupan. Tak jarang, kondisi percintaan dengan si dia mempengaruhi mood di hari itu. Apalagi bagi ciptaan Tuhan bernama ‘wanita’, mahkluk yang mengadalkan perasaan daripada logika dalam bertindak.
Bagi seorang wanita, dicintai seseorang sangat berdampak besar bagi dirinya. Sang Tuan yang memperlakukannya bak ratu tak ayal membuat seorang wanita merasa sebagai mahkluk teristimewa seantero bumi. Perhatian yang Tuan berikan berupa membukakan pintu mobil, memakaikan helm, memberikan jakcet di saat turun hujan lantas menerbitkan senyum di wajah sang Puan.
Bagi laki-laki, wanita merupakan tempat untuk berkeluh kesah dan tempat bersandar akibat rasa lelah selepas menjalankan rutinitas duniawi. Di saat itu pula wanita menjadi seseorang yang berharga, “Ternyata kehadiran ku dibutuhkan orang lain.” Begitu kira-kira isi kepala wanita saat itu. Tak hanya itu, rasa perlindungan yang diberikan mampu membuat wanita merasa dirinya sebagai seseorang yang berharga. Sejatinya wanita adalah makhluk yang terbuat dari tulang rusuk laki-laki sehingga harus dijaga agar tak patah.
Pujian yang dilontarkan dalam bentuk rayuan manis pun menyihir wanita menjadi lebih percaya diri. “Gak usah ikutin yang lain, kamu seperti ini saja sudah cantik kok”, “Aku kan cinta kamu apa adanya.” Klise tetapi wanita memaknainya lebih dalam dari itu. Kalimat yang berasal dari orang yang kesayangannya mampu membuatnya bersyukur, lebih menerima, dan lebih menghargai dirinya. Mengingat dewasa ini, wanita masih memegang prinsip ‘cantik’ itu kurus, putih, tinggi, tidak berjerawat, dan lain sebagainya.
Dari banyaknya perlakukan, pujian, serta seringnya menghabiskan waktu bersama sang kekasih pun mampi membuat wanita menjadi lebih bahagia. Sebab saat bersama lelakinya itu ada banyak hal yang bisa ia lakukan. Memasak makanan yang sedang viral, berkunjung ke suatu tempat, bercerita ngalor-ngidul di teras, bahkan sekadar berswafoto di photobooth mampu membuat hari-harinya bahagia. Tak hanya bagi wanita, laki-laki pun merasakan demikian dimana menganggap bahwa wanitanya merupakan salah satu lumbung kebahagiaan.
Rasanaya dicintai oleh seseorang dapat membuat hidup menjadi penuh warna. Apalagi bagi seorang wanita mahkluk yang sangat perasa. Ditambah lagi, hormon esterogen yang mempengaruhi emosi dan suasana hati wanita. Sehingga perlunya booster manusia dari golongan Adam untuk membantu menetralkan mood-nya. Meskipun begitu, wanita tak harus memaksakan diri untuk mempunyai kekasih. Karena rasa cinta ini bisa datang dari mana saja, misalnya dari ayah bunda, kakak, sahabat, teman, hingga diri sendiri (love self). Lagi pula kebahagiaan dalam suatu hubungan tercipta jika dipertemukan dengan orang yang tepat.
(Ayesha Puri / Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta)








