Henry Dunan saat Konferensi Pers, Kamis, (29/12/2022) Kemarin, di kantor Inspektorat, Komplek Pemda.
Klikwarta.com, Pesisir Barat - Inspektur Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) Henry Dunan, menyampaikan, Pemeriksaan sepanjang tahun Anggaran 2022, inspektorat Pesibar menghasilkan 1.526 temuan, dengan potensi kerugian negara capai Rp18 miliar lebih, kata dia, dalam Konferensi Pers, Kamis, (29/12/2022) Kemarin, di kantor Inspektorat, Komplek Pemda.
Berikut temuan dari rutinitas pengawasan Inspektorat diantaranya:
1. Opname Kas, tahun 2022, 56 temuan.
2. Dana Desa, Tahap tiga tahun 2021 dan tahap satu tahun 2022, sebanyak 383 temuan.
3. Monitoring dan Evaluasi kecamatan tahun 2022, 94 temuan
4. Monitoring dan Evaluasi Dana BOS, terdapat 748 temuan.
5. Monitoring dan Evaluasi Data Puskesmas, 52 temuan.
6. Dan, Peratin yamg sudah berahir masa Jabatan, sebanyak 193 temuan.
Dari total temuan selama tahun 2022 itu, didapat potensi kerugian negara sebesar, Rp. 18.669.040.458 (Delapan belas miliar, enam ratus enam puluh sembilan juta, empat puluh ribu, empat ratu lima puluh delapan rupiah).
Dari rutinitas pemeiksaan yang telah kita lakukan, kita telah berhasil mengembalikan kerugian negara tersebut, hanya tersisa Rp.559.709.328 (lima ratus, lima puluh sembilan juta, tujuh ratus sembilan ribu, tiga ratus dua puluh delapan rupiah) kita terus lakukan penagihan, sekalipun tahun anggaran 2022 sudah berahir, jelasnya.
Selanjutnya, masih kata Henry, ia menyampaikan, bahwasannya Inspektorat terbuka atau menerima bentuk pengaduan dari masyarakat. Bagi masyarakat yang hendak melaporkan Pengaduannya tentu harus memakai identitas yang jelas.
Hal demikian, untuk memudahkan kita menindak lanjutinya, karena kalau surat kaleng sulit bagi kita untuk komfirmasinya", demikian tandas Henry.
(Pewarta: Jokson)








