Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dr. Benjamin Kristianto Mars, saat gelar pendidikan politik dikalangan pekerja seni
klikwarta.com, Jawa Timur - Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dr. Benjamin Kristianto Mars menyampaikan bahwa seni itu adalah suatu kegiatan yang mengarahkan kehidupan masyarakat lebih baik. Maka, dengan dikumpulkannya para pekerja seni mulai dari penyanyi melayu, pembawa acara atau MC serta musisi yang tergabung dalam Paguyuban Artis Melayu Indonesia ( PAMI) se-Sidoarjo diharapkan agar kita bisa membuat suatu politik yang berseni dan lebih mengarah kebaikan serta realitas yang ada.
"Biasanya para pekerja seni ini terjun ke lapangan langsung bertemu dengan masyarakat dengan melakukan kegiatan hiburan. Dari pekerja seni inilah kita bisa mendapatkan informasi keadaan masyarakat kita yang sebenarnya," terang dr. Benyamin saat Gelar pendidikan politik dikalangan pekerja seni, Sabtu (15/1/2022) malam.
Anggota Komisi E DPRD Jatim yang membidangi Kesejahteraan rakyat (kesra) ini tujuan dari silahturahmi dengan PAMI se-Sidoarjo adalah mendengarkan masukan dari seluruh musisi, penyanyi melayu dan MC. Dari fakta yang terjadi ternyata banyak pekerja seni yang kolep dalam kondisi pandemi.
"Ternyata para musisi, penyanyi, dan MC pada musim pandemi mengalami masalah ekonomi. Saya menghimbau Pemerintah Provinsi Jawa Timur khususnya Dinas terkait untuk memperhatikan para pekerja seni tersebut," terang dr. Beny sapaan akrab dr. Benjamin kristianto Mars.
Politisi asal Partai Gerindra Jatim ini menegaskan para pekerja seni dimasa pandemi hampir pemasukan perekonomiannya berhenti, mayoritas mereka tidak ada tanggapan atau pentas hiburan dikarenakan pemerintah memberlakukan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) sehingga pendapatan mereka nyaris berkurang bahkan terancam tidak ada pemasukan.
"Saya minta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk memperhatikan kegiatan seni dan kebudayaan di tengah Pandemi Covid-19. Salah satu tujuannya agar para pekerja seni bisa memanfaatkan setiap peluang yang mampu mendorong industri kreatif di Jawa Timur tetap bisa bertahan," ucap pria asal Sidoarjo ini.
“Tentu hal ini membutuhkan kerja-kerja besar dan harus mendapat prioritas tinggi agar peluang yang ada pada industri kreatif seni bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para pekerja seni,” katanya.
Menurut Ketua Kesira (Kesehatan Indonesia Raya) Jawa Timur, saat ini Indonesia belum bisa dikatakan bebas dari pandemi dan masih dalam masa transisi menuju pengendalian penyebaran Covid-19. Sehingga pergerakan masyarakat masih harus dibatasi.
“Akibatnya, pekerja di industri kreatif yang sebagian besar seniman masih terdampak,” ujarnya. Selain itu dampak pembatasan mobilitas orang ini juga dirasakan masyarakat penikmat seni pertunjukan.
“Jadi, baik seniman dan penontonnya terdampak di masa transisi ini. Ada aspek lain yang hilang dari rutinitas hiburan masyarakat,” ujarnya.
Menurut dr. Beny, saat ini harus ada upaya agar di masa transisi ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya agar industri kreatif tetap bergeliat dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat.
“Perlu perhatian besar dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar kehidupan para pekerja seni ini menjadi baik meski covid-19 belum usai", Pungkas dr Beny. (*)








