Pergi Menuju Ladang, Suwarni Diduga Hilang Menjadi Korban Tanah Longsor di Ngargoyoso

Jumat, 17/02/2023 - 16:31
 Upaya pencarian terhadap Suwarni (55), warga Dusun Nglerak yang diduga hilang dan menjadi korban timbunan tanah longsor di Desa Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Foto : Istimewa

Upaya pencarian terhadap Suwarni (55), warga Dusun Nglerak yang diduga hilang dan menjadi korban timbunan tanah longsor di Desa Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Foto : Istimewa

Klikwarta.com, Karanganyar - Suwarni (55), warga Dusun Nglerak, Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar diduga hilang dan menjadi korban timbunan tanah longsor yang terjadi di desa setempat, Kamis (16/2/2023) pagi.

Adapun kronologi kejadian berdasarkan keterangan pihak SAR Kabupaten Karanganyar, sebelum dikabarkan hilang karena tertimbun longsor,  Suwarni diketahui pergi menuju ke ladang diantar seseorang dengan menggunakan sepeda.

"Pada sekira pukul 07.15 WIB, Suwarni diantar ke ladang dengan sepeda. Berhubung jalan yang biasa dilewatinya tertutup longsoran, ia turun di titik longsor. Saksi pertama atau orang yang mengantar tersebut kembali putar arah, sementara Suwarni tetap berusaha untuk melintasi longsoran untuk menuju ladang," ungkap Wakil Pelaksana Bidang Kebencanaan SAR Kabupaten Karanganyar, Muhamad Rosyid Alfauzan, saat dikonfirmasi Klikwarta.com, Jumat (17/2/2023).

Suwarni, lanjut dia, juga sudah diperingatkan seorang warga lainnya untuk tidak nekat melewati lokasi longsor tersebut. Hingga beberapa menit kemudian, longsor susulan kali kedua pun terjadi.

"Sebelum longsoran kedua itu terjadi, ada saksi lain yang mengambil gambar dan terlihat hasil gambarnya terdapat obyek yang menyerupai survivor yang melintas longsoran. Setelah longsor kedua terjadi, obyek tersebut tidak terlihat lagi," jelasnya.

Sesaat kemudian, warga sekitar lalu melakukan penyisiran di sekitar titik longsoran dan ditemukan ember serta sendal yang diduga milik Suwarni di sungai yang tak seberapa jauh dari lokasi itu.

Upaya pantauan atau observasi di lokasi pencarian bahkan dilakukan dengan menggunakan drone, disusul dengan pemetaan assessment dan persiapan pembukaan operasi SAR.

Personil beserta relawan dan warga kemudian ditarik dari lokasi pencarian guna pengkondisian rekahan tanah dan bebatuan. Setelahnya, anjing pelacak (K9) dari Polres Karanganyar pun diterjunkan. Menjelang sore hari, pencarian terpaksa dihentikan karena terkendala cuaca hujan.

Koordinasi bersama antara Kapolres Karanganyar dengan pihak Basarnas, BPBD, TNI, Polri dan instansi terkait lainnya untuk pembukaan operasi SAR pun telah dilakukan. Hingga saat ini, Jumat, (17/2/2023) pencarian terhadap Suwarni masih dilakukan.

(Pewarta : Kacuk Legowo)

Berita Terkait