Perkuat Kemampuan Operasi Amfibi, Menhan RI Serahkan 12 Unit Ranpur AAV M-35 Kepada TNI AL
Klikwarta.com, Jakarta - Dalam rangka memperkuat kemampuan operasi amfibi dan modernisasi Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) Korps Marinir TNI AL, Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Jenderal TNI (Purn) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin memimpin upacara penerimaan dan penyerahan Kendaraan Tempur Amfibi (Ranpur) Amphibious Assault Vehicle (AAV M-35) di Lapangan Apel Brigif 1 Marinir, Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (28/09).
Penyerahan 12 unit AAV M-35 yang merupakan pengiriman tahap pertama dari total pemenuhan 35 unit ranpur yang diproyeksikan untuk Korps Marinir TNI AL tersebut diserahkan dari Menhan RI kepada Komandan Korps Marinir (Dankormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi yang disaksikan oleh Ketua Komisi I DPR RI Drs. Utut Adianto, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.
Ranpur AAV M-35 merupakan kendaraan tempur amfibi pengangkut personel berbasis tracked (roda rantai) varian AAV-7A1 asal Amerika Serikat yang telah dikembangkan menjadi versi AAV7A1 RAM/RS (Reliability, Availability, Maintainability/Rebuild to Standard). AAV M-35 dirancang dengan performa tinggi untuk mendukung pendaratan amfibi dengan mampu membawa hingga 21 prajurit beserta perlengkapan tempurnya, kecepatan jelajah mencapai ±15 km/jam di air dan ±75 km/jam di darat serta dipersenjatai dengan senapan mesin berat kaliber 12,7 mm dan pelontar granat otomatis (Oerlikon/MK19) 40 mm.
Masuknya AAV M-35 dipastikan semakin meningkatkan kesiapsiagaan operasional dan daya gempur Korps Marinir TNI AL dalam menjaga kedaulatan Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebanyak 23 unit sisanya akan didatangkan secara bertahap hingga akhir tahun 2026. Modernisasi ini berkesinambungan dengan penguatan kemampuan pendarat amfibi Marinir yang sebelumnya telah diperkuat oleh 15 unit LVT-7A1 asal Korea Selatan pada tahun 2009.
Hal ini tentunya menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan Korps Marinir dalam melaksanakan operasi amfibi, meningkatkan mobilitas pasukan, daya angkut, perlindungan, serta kemampuan manuver dari laut menuju pantai hingga sasaran di darat. (**)








