Pimpinan DPRD Jatim Inginkan Dua Hal Jadi Prioritas Pembahasan KUA PPAS

Senin, 14/08/2023 - 23:58
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan nota KUA-PPAS Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2024 ke DPRD Jatim, Senin 14 Agustus 2023.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan nota KUA-PPAS Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2024 ke DPRD Jatim, Senin 14 Agustus 2023.

Klikwarta.com, Jatim - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akhirnya menyampaikan nota kesepakatan bersama Umum Anggaran Prioritas – Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2024 ke DPRD Jatim, Senin 14 Agustus 2023.

Ketua DPRD Jawa Timur Kusnadi mengaku  banyak hal sebenarnya yang perlu dibahas dalam Kebijakan. Hanya saja dua hal menjadi prioritas, yakni belanja pegawai dan mengurangi kemiskinan ekstrem.

“Pembahasan KUA PPAS ini tidak hanya sekali ketemu lho, tapi berkali-kali. Jadi terkait gaji pegawai dihitung kembali, yakni yang dihitung terkait anggaran pendapatan. Karena memang beban saat ini yang semakin berat,” ungkapnya usai rapat paripurna dengan agenda nota kesepakatan bersama KUA-PPAS APBD tahun 2024.

Target kedua adalah menurunkan angka kemiskinan, terutama kemiskinan ekstrem. Apalagi pemerintah pusat menargetkan angka kemiskinan ekstrem bisa mencapai 0 persen. “Artinya target utamanya kemiskinan ektrem, bukan kemiskinan secara umum,” terangnya.

adv

Sementara Wakil ketua DPRD Jatim Anwar Sadad mengatakan bahwa secara umum KUA PPAS APBD tahun 2024 cukup menggembirakan. Misalnya soal anggaran pendidikan sudah di atas 25 persen. Artinya itu sudah di atas ketentuan dari  Undang-Undang Dasar yang mengamanatkan minimal 20 persen dari APBD dialokasikan untuk pendidikan.

“Begitu juga soal kesehatan dianggarkan sekitar 18 persen atau jauh melebihi ketentuan konstitusi 10 persen. Lalu bidang infrastruktur sekitar 7 persen, kemudian bidang sosial dan ekonomi pada kisaran 5-6 persen,” katanya.

Sadad menambahkan dari sisi belanja, alokasi yang terbesar jika menggunakan istilah lama adalah anggaran belanja pegawai (pemerintahan). “Pada dasarnya bidang pemerintahan itu anggaran yang terbesar adalah untuk belanja pegawai, namun nilai manfaatnya juga untuk masyarakat,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur Adhy Karyono mengatakan KUA PPAS ini menetapkan plafon pendapatan, belanja dan prioritas program. Misalnya pendidikan pada level 24 persen, kesehatan 50 persen. “Kalau semua sudah terpenuhi baru dukungan yang lainnya,” katanya.

Adhy menambahkan dalam KUA PPAS ini lebih ditekankan kepada pengurangan kemiskinan ekstrem, stunting, peningkatan pemberdayaan masyarakat dan investasi. “Kita mengalokasikan semua biaya yang sifatnya menjadi beban,” ungkapnya.

Saat ditanya terkait permasalahan seragam, apakah juga dibahas dalam KUA PPAS, Adhy mengaku belum berani menyampaikan, apalagi nantinya bisa timbul masalah. “Kita lihat perkembangan di lapangan terhadap persoalan yang kemarin, masyarakat inginnya seperti apa. Kami ingin tidak ada kelihatan sekolah memiliki unsur ke arah sana,” pungkasnya. (ADV/Supra)

Tags

Berita Terkait