Wakil Ketua Pansus LKPJ 2023 Mohammad Rosyidi
Klikwarta.com, Jatim - Panitia Khusus Laporan Keterangan Panitia Khusus Pertanggung Jawaban (LKPJ) Gubernur Jawa Timur Tahun 2023 menyoroti dua Indikator Kinerja Utama (IKU) Provinsi Jatim yang tidak mencapai target. Dua IKU tersebut yakni Indeks Gini dan Indeks Theil.
Paripurna tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Jatim Achmad Iskandar didampingi Wakil Ketua DPRD Jatim Anwar Sadad dan Pj Sekdaprov Jatim Bobby Soemiarsono.
Wakil Ketua Pansus LKPJ 2023 Mohammad Rosyidi Penyampaian rekomendasi panitia khusus mengungkapkan bahwa capaian Indeks Gini yang mengukur kesenjangan antar kelompok pendapatan tahun 2023 sebesar 0,387 tidak mencapai target Perubahan Rencana Kerja Pemerintahan Daerah (P-RKPD) sebesar 0,3038 – 0,3690 dan target Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (P-RPJPD) sebesar 0,3676 – 3671.
Selain itu, Indeks Theil yang mengukur kesenjangan pendapatan antar wilayah tahun 2023 sebesar 0,3308 memenuhi target LKPJ dan P-RKPD sebesar 0,33362 – 0,3116. Hanya saja, tidak mencapai target P-RPJMD sebesar 0,31462 –0,30162.
"Dua indikator ini memiliki kinerja yang terus menurun," ucapnya dalam rapat paripurna dengan agenda Penyampaian Rekomendasi Pansus LKPj Gubernur Jawa Timur Tahun 2023, Rabu, 8 Mei 2024.

Rosyidi menjelaskan, Pansus merekomendasikan penguatan koordinasi lintas Perangkat Daerah yang memfokuskan pada penguatan konektivitas antar wilayah yang mendorong perluasan akses ekonomi yang lebih merata.
Kedua, memetakan program prioritas yang memiliki dampak pada penciptaan titik pertumbuhan ekonomi baru, mengingat sekitar 50 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur disumbang dari 6 kawasan Gerbangkertosusila yang merupakan pusat pertumbuhan (growth pole).
"Sedangkan sekitar 50 persen PDRB Jawa Timur lainnya disumbang oleh 32 Kabupaten/Kota lainnya," tuturnya.
Politisi asal Partai Demokrat itu membeberkan, bahwa capaian IKU pertumbuhan ekonomi tahun 2023 sebesar 4,95 persen berada di atas target P-RKPDsebesar 4,59 – 6,29 dan P-RPJMD sebesar 3,45 – 5,15. Mirisnya, angka ini mengalami penurunan dari Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) tahun 2022 dengan capaian sebesar 5,34 persen.
"Hal ini perlu mendapatkan penjelasan, mengingat secara makro ekonomi tahun 2023 lebih baik dari tahun 2022. Pada sisi lain kebijakan pemantapan ekonomi tahun 2023 belum berjalan dengan baik," terangnya.
Rosyidi menyebut empat diksi utama tema RKPD yaitu kualitas SDM, transformasi ekonomi inklusif, daya saing daerah dan industri perdagangan berbasis agro masih sebatas retorika. Mengingat tidak memperlihatkan pola koordinasi yang kuat dan peningkatan target program yang signifikan dengan dukungan anggaran yang memadai pada Perangkat Daerah (PD) yang terkait.
"Mencermati fakta-fakta tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pembangunan Jawa Timur bersifat minim intervensi pemerintah daerah," pungkasnya.
Pewarta: Supra/ADVERTORIAL








