Klikwarta.com, Jatim - Guna mengurai kemacetan di Sidoarjo, Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Anik Maslachah mendorong adanya percepatan pembangunan infrastruktur. Seperti halnya fly over di perempatan Jalan Raya Gedangan menuju Sukodono.
Anik menegaskan, bahwa infrastruktur jalan untuk menunjang aktifitas masyarakat Jawa Timur, terutama Surabaya- Sidoarjo - Mojokerto, perlu adanya fly over perempatan Gedangan. Mengingat di perempatan jalan itu sering terjadi kemacetan.
"Untuk kepentingan masyarakat Jawa Timur adalah fly over di perempatan Gedangan," ujarnya, dikonfirmasi, 27 Februari 2023.
Wanita yang juga menjabat Sekretaris DPW PKB Jatim itu membeberkan, bahwa saat ini jalan penghubung Gedangan ke Sukodono sudah ada dengan dibangunnya double track. Anik menyebut ketika fly over Gedangan sudah ada, maka menjadi alternatif Waru-Krian-Mojokerto, lewat Kletek.
Namun problem hingga saat ini adalah kemacetan di Kletek masih tinggi.
"Ini jadi solusi bagi masyarakat yang duitnya pas-pasan. Karena menuju ke untuk masuk ke Tol Sumo (Surabaya-Mojokerto) mahal," tuturnya.
Tak hanya itu saja, Anik juga mendorong percepatan pembangunan fly over Jembatan Penyeberangan Lintas (JPL)64 Krian dan JPL 79 di Kecamatan Tarik. Fly over ini dinyakini bisa memperlancar arus lalu lintas sehingga roda perekonomian masyarakat bisa meningkat.
Berdasarkan data yabg dihimpun, dalam proyek JPL64 dan 79 Pemkab Sidoarjo menyiapkan anggaran pembebasan lahan sebanyak Rp 7,5 miliar untuk ganti rugi lahan warga terdampak proyek.
Sementara untuk pembangunannya, anggaran banyak bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN). Nilainya untuk flyover JPL 64 Krian Rp 167 miliar, sedangkan JPL 79 Tarik Rp 60 miliar.
Desain JPL 64 Krian akan dibangun melengkung di atas rel kereta api. Dengan begitu, kendaraan dari arah timur ke barat atau sebaliknya bisa melintas di atas rel kereta api. Sementara untuk JPL 79, bentuknya seperti huruf U. Nantinya kendaraan akan dibelokkan di atas rel kereta api melalui JPL tersebut. (adv)








