Diduga Kesetrum, Warga Babatan Seluma Meninggal Dunia

Selasa, 15/09/2020 - 04:51
Suasana rumah duka usai kejadian
Suasana rumah duka usai kejadian

Klikwarta.com, Bengkulu - Robi Darwis 35 tahun, seorang warga Kelurahan Babatan, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu meninggal dunia diduga akibat kesetrum listrik dengan tegangan tinggi, Senin (14/09/2020), sekitar Pukul 17.00 WIB.

Stian Muhari saksi mata mengatakan, peristiwa maut itu terjadi ketika dirinya mendengar suara teriakan dari salah satu karyawan di tempat usaha korban.

"Kami langsung bergegas mendekati sumber suara, saat berada di lokasi kami mendapati korban telah berbaring tanpa sadar dengan besi terminal sambungan kabel melekat di dada korban, kami langsung menurunkan saklar KWH dan berupaya melepaskan besi yang menempel di badan korban dengan menggunakan kayu. Setelah itu saya bersama warga lainnya langsung melarikan korban ke klinik harapan mitra yang berada di Kelurahan Babatan, setelah melihat kondisi korban yang kritis, pihak klinik merekomendasikan untuk di bawa langsung ke RSUD M YUNUS, kemudian kami langsung bawa korban ke RSUD M Yunus Bengkulu, namun sesampainya di RSUD M Yunus, nyawa korban sudah tidak tertolong", terang Stian.

"Diduga korban sebelumnya berniat ingin memperbaiki terminal sambungan kabel aliran listrik di rumah tempat usaha percetakan Batu Bata miliknya di RT 05, Kelurahan Babatan, namun korban mungkin lupa menurunkan saklar KWH listrik, sehingga korban secara spontan tersengat listrik bertegangan tinggi", tambah Setian.

Saat dikonfirmasi awak media, Ketua Rukun Warga (RW) 01, Kelurahan Babatan, Harianto membenarkan peristiwa yang menelan korban warganya tersebut.

"Kami atas nama warga Kelurahan Babatan turut berduka atas meninggalnya Almarhum, semoga peristiwa ini menjadi pelajaran untuk kita semua agar lebih berhati-hati jika memperbaiki instalasi listrik, atau bila tidak paham soal listrik lebih baik panggil pegawai PLN atau warga lain yang menguasai dibidang kelistrikan, agar kedepan tidak lagi ada jatuh korban", ungkap Harianto.

(Pewarta : Wiwik)

Related News

Loading...
loading...