Harga Beras Melonjak Dinas Ketahanan Pangan Gelar Rakor

Rabu, 16/05/2018 - 12:10
Rapat Koordinasi Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu

Rapat Koordinasi Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu

Bengkulu, Klikwarta.com - Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Bengkulu laksanakan Rapat Koordinas (Rakor) serapan dan ketersediaan beras dengan Bupati se-Provinsi Bengkulu dan SKPD di Aula DTP Plus Rabu (16/5/2018).

Menindak lanjuti tingginya harga beras yang ada di wilayah Bengkulu, menjadi permasalahan serius bagi masyarakat harga beras yang cukup tinggi melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) ini, terindikasi kuat akibat modus terjualnya gabah kepada pembeli dari luar Bengkulu yang dilakukan oleh petani Bengkulu, karena mendapatkan harga beli lebih tinggi. 

Rakor

Selain itu kondisi ini juga disinyalir lantaran rendahnya capaian serapan gabah oleh Bulog Divre Bengkulu, yaitu hingga 10 Mei 2018 serapan gabah 227,64 ton atau 0,99 persen dari target serapan 320,61 ton.

Staf Ahli Gubernur Bengkulu Bidang Kemasyarakatan dan SDM Rusdi Bakar, memperhatikan serapan gabah yang masih cukup rendah dan adanya realita gabah dibeli oleh pembeli dari luar Bengkulu, Bupati/Walikota Se-Provinsi Bengkulu dan stekholders terkait diminta untuk mendeteksi akar permasalahan di lapangan serta mencari solusi yang tepat.

“Hal itu terjadi mungkin karena pembinaan kita selama ini masih kurang. Mengapa surplus tapi beras mahal, ada yang salah, salah urus. Oleh sebab itu Pak Gubernur setiap rapat staf, mengerahkan ke OPD teknis turun ke lapangan dan koordinasikan dengan lembaga terkait. Seperti dengan BPS, Bulog dan dinas lain yang kaitannya ketahanan pangan”, terang Rusdi Bakar. 

Rakor

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu Ramlan mengatakan rakor yang dilaksanakan tersebut menghasilkan beberapa kebijakan segera dilaksanakan untuk meningkatkan serapan gabah dan ketersediaan beras di Bengkulu.

“Dari Rakor yang dipimpin Staf Ahli Gubernur tadi beberapa hal akan kami tindaklanjuti bersama pihak terkait. Seperti penguatan kelembagaan teknis, penguatan modal dari Pemda Kabupaten-Kota, serta pembinaan kepada para petani bersama pihak perbankan”, jelas Ramlan.

Sebagai 2 wilayah penghasil beras tertinggi di Provinsi Bengkulu, tampak hadir dalam rakor ini, Wakil Bupati Seluma Suparto, Wakil Bupati Lebong Wawan Fernandez, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Endang Kurnia Saputra. (Adv)

Berita Terkait