Idul Adha, Walikota Santoso Serukan Takbiran Pakai Audio Visual di Masjid/Mushala

Jumat, 16/07/2021 - 20:39
Walikota Blitar Drs. H. Santoso, M.Pd. (foto : Faisal NR / dok. Klikwarta.com)
Walikota Blitar Drs. H. Santoso, M.Pd. (foto : Faisal NR / dok. Klikwarta.com)

Klikwarta.com Blitar - Walikota Blitar Santoso menyerukan kepada umat muslim kota Blitar pada malam takbir Idul Adha tahun ini, untuk takbiran di Masjid atau Mushala dengan menggunakan audio visual saja tanpa mengundang banyak orang.

Seruan yang ia sampaikan melalui surat edaran nomor 188/2725/410.010.3/2021 perihal Petunjuk Pelaksanaan Malam Takbiran, Sholat Idul Adha dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M ini, berdasarkan Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor : SE.17 Tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Shalat Idul Adha, dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M di Wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. 

Setelah surat edaran menteri agama ini, juga berlandaskan Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor : 451/14901/012.2 tanggal 7 Juli 2021 tentang : Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) di Tempat Ibadah dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M di Jawa Timur. Kemudian juga merujuk kepada Taushiyah Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur Menghadapi Lonjakan Kasus Covid-19 Dengan Berbagai Varian Barunya, Nomor : 07/MUI/JTM/VII/2021 tanggal 3 Juli 2021.

"Takbir keliling, baik dengan arak-arakan berjalan kaki, kendaraan bermotor atau yang lainnya ditiadakan. Penyelenggaraan malam takbiran di masjid atau mushala dapat dilakukan dengan audio visual dan tidak mengundang jamaah," seru Santoso di Surat Edaran yang ia teken 14 Juli 2021 itu.

Terkait pelaksanaan shalat Idul Adha tahun ini yang masih ditengah pandemi Covid-19 dan masa pemberlakuan PPKM Darurat, Santoso mengimbau seluruh pengurus MUI, ormas Islam, publik figur, tokoh agama, takmir masjid, penyuluh agama, semua tingkatkan dan lapisannya, jika instansi yang berwenang menetapkan suatu kawasan sebagai daerah yang tinggi pesebaran Covid-19 dan dirasa perlu untuk diberlakukan pembatasan aktivitas masyarakat secara ketat, maka para ulama dan pengurus masjid setempat dapat menganjurkan umat Islam melaksanakan ibadah bersama keluarga di rumah masing-masing. 

"Apabila diperlukan para ulama dan pengurus masjid dapat mengambil langkah menghentikan sementara aktivitas peribadatan massal di masjid, termasuk shalat Jumat dan Idul Adha, sampai situasi dan kondisi benar-benar terkendali di kawasan tersebut," katanya. 

Untuk aktivitas penyembelihan hewan qurban, Santoso menyebut akan dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dengan tetap melaksanakan aturan protokol kesehatan penanggulangan Covid-19 secara lebih ketat. Namun, ia mempersilakan jika sejumlah warga muslim ingin melakukan pemotongan hewan qurban diluar RPH lantaran keterbatasan petugas di RPH.

"Penerapannya tetap jaga jarak fisik seperti melaksanakan pemotongan hewan qurban di area terbuka yang luas sehingga memungkinkan diterapkannya jaga jarak fisik. Dilarang masuk lokasi tempat penyembelihan hewan qurban selain petugas atau panitia," ungkapnya. 

Mantan Wakil Walikota Blitar ini juga meminta pendistribusian daging hewan qurban dilakukan oleh petugas ke tempat tinggal warga yang berhak atau melalui Ketua RT. Petugas yang mendistribusikan daging hewan qurban juga diwajibkan menggunakan Masker rangkap dan sarung tangan untuk meminimalkan kontak fisik dengan penerima. 

"Penerapan protokol kesehatan dan kebersihan petugas dan pihak yang berkurban, pertama harus dilakukan pemeriksaan kesehatan awal yaitu, melakukan pengukuran suhu tubuh petugas dan pihak yang berqurban di setiap pintu masuk tempat penyembelihan dengan thermogun. Petugas yang menangani penyembelihan, pengulitan, pencacahan daging, tulang, serta jeroan harus dibedakan. Harus menggunakan Masker, pakaian lengan panjang dan sarung tangan selama berada di area penyembelihan dan pendistribusian," urainya. 

(Pewarta : Faisal NR)

Related News