Mendes PDTT Lounching Program Desa Terang di Kabupaten Kepahiang

Sekda Provinsi Provinsi Bengkulu Nopian Andusti, Hadiri Soft Launching Program Desa Terang Terintegrasi KUR Sektor Produksi Wilayah Sumatera.
Sekda Provinsi Provinsi Bengkulu Nopian Andusti, Hadiri Soft Launching Program Desa Terang Terintegrasi KUR Sektor Produksi Wilayah Sumatera.

Klikwarta.com, Kepahiang – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo melounching Program Desa Terang 2018 di Desa Sumber Sari, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, (20/12/2018).

Program Nasional yang telah dicanangkan Presdien Joko Widodo sejak tanggal 27 April 2017 lalu, melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 47 Tahun 2017 ini dimaksudkan agar seluruh desa di Indonesia pada tahun 2019 nanti telah teraliri listrik.

Program ini diberikan secara gratis dan merupakan hasil dari penyaluran dana CSR dari BUMN dan Swasta yang di percayakan kepada Koperasi Jasa Gerakan Nelayan Tani Indonesia  (Kopja Ganti) sabagai pihak pelaksananya.

Dalam sambutannya, Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo mengatakan, sejak jaman reformasi hingga tahun 2014, pemerintah telah menggelontorkan ribuan triliun setiap tahun melalui APBN untuk pembangunan.

Namun, hingga tahun 2014 masih terdapat hampir 30 ribu desa tertinggal, lebih dari 27 juta orang miskin yang mayoritas ada di desa- desa serta 37,2 persen anak-anak Indonesia masih menderita stunting.

“Dan kalau ini tidak dibenahi, maka negara kita tidak akan bisa menjadi negara maju seperti kita harapkan, padahal pada tahun 2014 negara kita dengan kekuatan ekonomi nomor 18 di dunia,” tutur Eko Putro Sandjojo.

Bahkan, lanjutnya, di tahun 2014 masih ada ribuan desa yang sejak Indonesia merdeka tidak pernah mendapatkan anggaran dari pemerintah pusat, karena modelnya tidak tepat, dananya tidak mengucur langsung ke desa-desa.

Oleh sebab itu, pemerintah melaksanakan program dana desa yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa dan sangat produktif untuk membangun berbagai infrastruktur desanya.

Dengan keberhasilan atas program Dana Desa tersebut, kata Eko lagi, Pemerintah akan menaikan dana desa sebesar 10 triliun ditahun 2019 nanti.

“Pada tahun 2017 dan 2018 dana desa dikucurkan sebesar 60 triliun dan pada tahun depan akan dinaikan menjadi 70 triliun serta mengucurkan juga dana untuk kelurahan sebesar 3 triliun,” sebutnya.

Dampak dari keberhasilan program Dana Desa yang mampu membangun berbagai sarana dan prasarana di desa yaitu adanya penurunan angka kemiskinan yang signifikan di Indonsia.

“Untuk pertama kali angka kemiskinan turun mencapai 9 digit (dibawah 10 persen). Dalam satu tahun terakhir ini terjadi penurunan kemiskinan sebesar 1, 82 juta dan yang membanggakan, untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia, penurunan kemiskinan di desa dua kali lebih cepat dari kota,” ujarnya.

Gubernur Bengkulu melalui Sekda Provinsi Bengkulu Nopian Andusti mengatakan, di Provinsi Bengkulu ini ada 1.501 desa dan kelurahan yang sudah dialiri listrik.

Adanya program Desa Terang ini, merupakan salah satu upaya pemerintah  dalam memangkas kemiskinan, menaikan taraf hidup petani dan nelayan di wilayah pedesaan yang belum terjangkau jaringan listrik.

“Dengan adanya program Desa Terang ini, diharapkan seluruh Desa dan Kelurahan yang ada di Provinsi Bengkulu dapat menikmati penerangan listrik,” sampai Nopian Andusti.

Pemerintah Provinsi Bengkulu, kata Nopian, sangat berterima kasih dan mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada konsorsium GNTI, yang telah memilih Desa Sumber Sari sebagai tempat pelaksanaan lounching Program Desa Terang terintregrasi KUR sektor Produksi untuk wilayah Sumatera.

“Program ini tentunya juga akan mendukung dan mempercepat kegiatan pembangunan di Provinsi Bengkulu,” tutupnya.

Ada dua jenis program  bantuan yang akan disalurkan yaitu, Penerangan Jalan Umum (PJU) sebanyak  1.500 unit  dan 4.000 rumah untuk Solar Home Sistym (SHS) yang akan dipasang di Kabupaten Kepahiang secara gratis. (Saipul-MC)

Related News