Bupati Trenggalek Launching Satgas DAYA di Watulimo

Jumat, 04/07/2025 - 18:33
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, saat  melaunching Satgas DAYA (Satuan Tugas Swadaya Penambalan Jalan, di Kecamatan Watulimo, Jum'at (4/7)2025)

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, saat melaunching Satgas DAYA (Satuan Tugas Swadaya Penambalan Jalan, di Kecamatan Watulimo, Jum'at (4/7)2025)

Klikwarta.com, Trenggalek - Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, launching Satgas DAYA (Satuan Tugas Swadaya Penambalan Jalan, Sungai dan Jaringan), di Kecamatan Watulimo serta untuk memulai bertugas melakukan penambalan jalan, sungai dan jaringan secara swadaya, Jum'at (4/7/2025).

Hal ini dilakukan karena dianggap perlu menghidupkan lagi peran serta masyarakat dalam menjaga kualitas infrastruktur yang dimiliki di tengah keterbatasan yang ada. 

Pihaknya berharap dengan aksi-aksi seperti ini nantinya selain dapat menjaga fungsi dan kualitas infrastruktur jalan, sungai dan jaringan, juga dapat menekan bahaya akibat kerusakan jalan. 
 
Selanjutnya, aksi penambalan jalan, irigasi dan jaringan ini akan menggunakan anggaran yang bersumber dari donasi yang digalang oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek, bekerjasama dengan BAZNAS Trenggalek. 

Menurutnya, Satgas Daya ini, pihaknya terinspirasi dari sebuah komunitas G6MAN (Gerakan Penambalan Jalan) yang ada di Kecamatan Watulimo, yaitu sekelompok masyarakat yang beranggotakan dari berbagai kelompok masyarakat seperti pemuda di Watulimo melakukan aksi penambalan jalan secara swadaya sejak tahu 2020 lalu. " Mereka melakukan ini karena bertujuan menjaga keselamatan pengguna jalan," tuturnya.

Lebih lanjut, dengan diluncurkannya Satga Daya, harapannya kedepan bisa melakukan hal yang sama, serta rencananya satgas ini akan diperluas dan nantinya kegotong royongan ini  tidak hanya menggunakan anggaran donasi saja," namun bisa menggunakan pos APBD untuk aktivitas yang bersifat emergency," bebernya.

Semoga jalannya semakin baik, semakin halus. Semoga yang jalan aman dan ini menjadi bagian dari jariah yang kita tanam. Kemudian saya senang, teman-teman tidak ada yang tanya ini ada gajinya atau tidak. Karena di saat-saat darurat seperti ini, kegotong royongan seperti ini yang perlu diutamakan. Yang penting ada bahan bakunya atau pendukungnya. 

Masih menurutnya, kedepannya Satgas Daya ini akan menangani yang Emergency-Emergency yang bisa dibiayai dana Emergency dari APBD.  Sedangkan yang akan kita gunakan saat ini hasil dari donasi sedekah seluruh masyarakat Kabupaten Trenggalek, totalnya terkumpul sekitar Rp. 1,4 miliar lebih. "Apresiasi untuk seluruh masyarakat  Trenggalek yang saling membantu infrastruktur yang lebih baik," pungkasnya.

Di tempat yang sama, Hardi, penasehat G6MAN menerangkan G6MAN atau yang dibaca geneman ini merupakan sebuah gerakan swadaya yang merupakan kesamaan dari Gerakan Nembel Jalan. Menurutnya gerakan ini terdiri dari berbagai komunitas yang menjadi satu satuan komunitas di Kecamatan Watulimo.

G6MAN ini di inisiasi oleh teman-teman yang niatnya untuk membantu dan kolaborasi dengan pemerintah dalam rangka pengabdian kepada masyarakat. " Segmennya terutama di penambalan infrastruktur jalan," ucap Hardi.

Harapannya, lanjut Sekcam Watulimo itu "ada kolaborasi antara komunitas, masyarakat dan juga pemerintah dalam rangka membantu proses perbaikan infrastruktur yang perlu penanganan cepat dan tepat. Kita berharap komunitas ini bisa hadir ditengah-tengah masyarakat," pungkasnya.

Pewarta : Mar'atus

Berita Terkait