Jember Perkuat Posyandu 6 SPM, PKK dan Bunda PAUD Jadi Garda Pelayanan Dasar

Selasa, 12/05/2026 - 21:26
Ketua TP PKK Kabupaten Jember Ghyta Eka Puspita saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi dan Bimbingan Teknis penguatan Posyandu 6 SPM bersama kader PKK, Posyandu, dan Bunda PAUD di Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa (12/5/2026).

Ketua TP PKK Kabupaten Jember Ghyta Eka Puspita saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi dan Bimbingan Teknis penguatan Posyandu 6 SPM bersama kader PKK, Posyandu, dan Bunda PAUD di Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa (12/5/2026).

Klikwarta.com, Jember - Pemerintah Kabupaten Jember memperkuat komitmen peningkatan pelayanan dasar masyarakat melalui penguatan peran Tim Penggerak PKK, kader Posyandu, dan Bunda PAUD di seluruh wilayah desa dan kelurahan. Upaya tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar di Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan itu diikuti jajaran TP PKK, Tim Posyandu, serta Bunda PAUD tingkat Kabupaten, Kecamatan, hingga desa/kelurahan. 

Agenda tersebut difokuskan pada penguatan sinergi antarorganisasi masyarakat dalam mendukung implementasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Program Posyandu 6 SPM merupakan integrasi pelayanan dasar di tingkat desa dan kelurahan yang mencakup bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, hingga ketenteraman dan ketertiban umum.

Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Ghyta Eka Puspita, mengatakan transformasi Posyandu menuju layanan berbasis enam bidang SPM harus dipahami sebagai langkah memperluas manfaat pelayanan masyarakat, bukan sekadar penambahan tugas kader.

Menurutnya, kader PKK, Posyandu, dan Bunda PAUD memiliki peran strategis sebagai penggerak perubahan sosial yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat di tingkat bawah.

“Keberhasilan program tidak cukup hanya dirancang secara administratif, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata di lapangan dengan memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat secara langsung,” ujarnya.

Ia menambahkan, kader diharapkan mampu menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah daerah, termasuk dalam pendataan kebutuhan dasar seperti akses air bersih, pengelolaan sampah, rumah tidak layak huni, hingga persoalan sosial lainnya di lingkungan masing-masing.

Dalam forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara TP PKK, Posyandu, dan Bunda PAUD dalam membangun generasi yang sehat dan berdaya saing. TP PKK diposisikan sebagai penggerak ketahanan keluarga, Posyandu memperkuat layanan kesehatan masyarakat sejak dini, sedangkan Bunda PAUD berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini.

Selain itu, Pemkab Jember terus mendorong program satu tahun wajib belajar prasekolah guna memperluas akses pendidikan usia dini yang merata di seluruh wilayah.

Melalui rakor dan bimtek tersebut, pemerintah daerah berharap sinergi antarlembaga masyarakat di tingkat desa semakin kuat sehingga pelayanan dasar kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif, terintegrasi, dan tepat sasaran.

Pewarta: Maria

Berita Terkait