Pelayanan Dispenduk Capil Kendal Tetap Aktif Jelang dan Paska Lebaran

Rabu, 05/05/2021 - 21:19
Kepala Dispendukcapil Kendal, Bambang Dwiyono
Kepala Dispendukcapil Kendal, Bambang Dwiyono

Klikwarta.com, Kendal- Pemerintah Kabupaten Kendal telah mengeluarkan surat edaran (SE) larangan ijin cuti Lebaran Idulfitri 1442 H bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kendal. Hal itu tertuang dalam surat edaran (SE) Nomor: 800/0320/2021 tentang Pembatasan Kegiatan ke Luar Daerah dan atau Mudik dan atau Cuti bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kendal dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Larangan ijin cuti lebaran bagi ASN Kendal berdampak positif pada pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Pegawai kedinasan justru mengoptimalkan pelayanan kepada warga Kendal baik sebelum hingga pasca Lebaran Idulfitri 2021. Salah satunya adalah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil).

Disampaikan oleh Kepala Dispendukcapil Kendal, Bambang Dwiyono bahwa pelayanan kependudukan di bulan suci Ramadhan akan libur mulai tanggal 12 Mei dan dibuka kembali pada tanggal 17 Mei nanti. 

"Selain itu, pada jam operasional pelayanan di Dispendukcapil Kendal tidak berkurang dari hari-hari biasanya. Pelayanan secara online dan offline tetap dilakukan sejak pukul 07.30 - 15.00 WIB," terang Bambang, Selasa (4/5/2021).

Dengan penegasan ini, Bambang berharap jajaran Dispendukcapil tetap bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat meskipun dalam suasana Lebaran Idulfitri nanti. Jadi memang tidak ada perbedaan pelayanan dari hari-hari biasanya.

"Semua pegawai tetap masuk tidak ada libur tidak ada cuti khusus, pelayanan berjalan normal seperti biasa. Sampai saat ini pun masih cukup banyak masyarakat yang berdatangan, bahkan sudah antre sejak pagi-pagi," katanya.

Menurut Kepala Disdukcapil, kebijakan pemerintah kali ini dimaksudkan untuk membantu pelayanan masyarakat dalam menyikapi kebutuhan publik baik individu maupun kelompok. Dengan catatan tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang sudah ditentukan.

"Pelayanan online maupun offline tetap. Kalau ada yang kesulitan pakai aplikasi pelayanan online, kita bimbing langsung. Artinya tidak mengurangi hak publik mendapatkan pelayanan," jelasnya.

Pewarta : Peni Kusumawati

Related News

loading...