Perwakilan Dinas Pendidikan provinsi menyerahkan secara simbolis peralatan yang digunakan untuk kebutuhan siswa Sekolah Rakyat.
Blora, Klikwarta.com - Sekolah Rakyat tingkat secara serentak diluncurkan dan resmi beroperasi di seluruh tanah air, termasuk di Kabupaten Blora, pada Senin 14 Juli 2025, siang.
Sebanyak 50 siswa, terdiri dari 17 putri dan 33 putra, memulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Blora yang terletak di bekas SDN 4 Balun Kecamatan Cepu.
Para siswa diantar langsung oleh orang tuanya pada hari pertama masuk sekolah, tampak antusias dan penuh harap terhadap program pendidikan gratis ini.
Para siswa kini menempati asrama yang telah disiapkan, dilengkapi fasilitas untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar.
Kepala Sekolah Rakyat Blora, Tri Yuli Setyoningrum, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan pemerintah pusat, Bupati Blora, dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan Sekolah Rakyat ini.
"Support dari pusat luar biasa, termasuk Bapak Bupati Blora dan semua pihak," ujarnya.
Dalam sambutannya, Tri Yuli juga menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan orang tua.
"Kepada orang tua perlu sinergi karena doa dari orang tua sangat penting untuk pertumbuhan anak-anak," katanya.
Tri Yuli, juga menegaskan komitmen sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
"Tidak akan ada intoleransi, kekerasan sosial, dan bullying. Kalau ada silakan laporkan kepada kepala sekolah," ungkapnya.
Para orang tua diimbau untuk tidak khawatir, karena masih bisa menjenguk anak-anak mereka. Dia juga menyampaikan, selama menjadi siswa Sekolah Rakyat, penggunaan gawai dibatasi. Ini dilakukan supaya anak didik, tetap fokus pada pendidikan
Pembatasan penggunaan gawai diberlakukan untuk memastikan fokus pada pendidikan.
"Selamat menikmati pendidikan di Sekolah Rakyat. Semoga menjadi anak yang hebat," tambah Tri Yuli.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi, mengatakan, Program Sekolah Rakyat ini hadir dengan misi mulia untuk "ngopeni dan memuliakan wong cilik".
"Bukan hanya siswanya saja yang mendapat fasilitas pendidikan gratis selama menjadi Siswa Sekolah Rakyat, tapi orang tuanya juga mendapat perhatian," ujar Luluk.
Kegembiraan juga dirasakan oleh para wali murid. Salah satu wali murid dari Kecamatan Banjarejo, Kumaidi, mengungkapkan kebahagiaannya karena anaknya bisa bersekolah gratis dan difasilitasi.
"Perasaan senang karena dapat sekolah gratis dan difasilitasi. Dulu, saya mau sekolah, sangat susah ," ujarnya.
Dia berharap, anak laki-lakinya bisa betah menimba ilmu di Sekolah Rakyat.
Untuk diketahui, acara peresmian dan hari pertama Sekolah Rakyat Blora dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Sosial Kabupaten Blora, Dinas Kesehatan, Camat setempat, dan para wali murid.
Pewarta: Fajar








