Syarwani selaku Kepala Unit PDAM Tirta Persada Teumpeun Peureulak
Klikwarta.com, Aceh Timur - Terkait isu yang beredar di media sosial tentang pungli pemasangan jaringan air bersih, Syarwani selaku Kepala Unit PDAM Tirta Persada Teumpeun Peureulak menegaskan bahwa hal itu tidak benar alias hoaks.
"Tudingan pungli yang diklaim oleh oknum-oknum tersebut tidak mendasar dan tidak benar," tegas Syarwani saat dijumpai awak media klikwarta.com, Jumat (15/07/2022) kemarin.
Seperti diketahui, sebelumnya beredar isu pungli pemasangan air bersih sebesar Rp 1,2 juta/rumah yang dilakukan oleh oknum tertentu. Dijelaskan Syarwani setiap pemasangan jaringan air bersih bagi pelanggan yang baru dikenakan biaya pemasangan sebesar Rp. 1.157.000 dan itu diberitahukan kepada pelanggan karena biaya tersebut disetor ke perusahaan serta sudah sesuai dengan juknisnya.
"Namun, kadang-kadang pelanggan memberi lebih dari harga yang telah ditentukan oleh perusahaan yakni sebesar Rp 1,2 juta. Karena apa, disebabkan saat dilakukan pemasangan ada penambahan alat-alat lain yang tidak terduga, apalagi dengan kondisi tata letak rumah pelanggan yang berbukitan dan itu diluar tanggungan perusahaan", jelas Syarwani.
Saat disinggung tentang adanya program pemasangan jaringan air bersih PDAM gratis. Syarwani membenarkan, bahwasanya program tersebut ada melalui anggaran APBN yakni Dana Alokasi Khusus (DAK). Adapun desa yang menerima program itu Desa Seuneubok Baro, Pulo Blang dan Desa Seuneubok Johan.
"Dari tiga desa tersebut hanya 220 rumah saja yang mendapatkan jaringan air bersih gratis. Dan datanya itu kita terima dari dinas terkait atas usulan perangkat desa setempat jadi tidak semuanya mendapatkan," ujar Syarwani dan diiyakan oleh Zainuddin Kepala Cabang PDAM Ranto Peureulak.
Tambahnya, pelanggan saat meminta pemasangan jaringan air bersih ke pihaknya terkadang tidak mengenal waktu. "Hari libur pun kita layani, karena mengingat kebutuhan air merupakan hajat dan keperluan orang banyak jadi kita ambil kebijakan, walaupun hari libur tetap kita lakukan pemasangan jaringan air bersih tersebut," demikian Syarwani. (E77)








