Lagu Terbaru Sruti Respati "Taiyou" dan 'Bintang-Bintang', Kisahkan Apresiasi Alam Semesta

Sabtu, 19/06/2021 - 12:25
Sruti Respati dalam movie klip lagu "Taiyo" (Dok : Istimewa)
Sruti Respati dalam movie klip lagu "Taiyo" (Dok : Istimewa)

Klikwarta.com, Sukoharjo - Karya berjudul "Taiyou (Matahari)" dan "Bintang - Bintang" menjadi lagu terbaru penyanyi kenamaan asal Kota Solo, Sruti Respati, yang dirilis pada Jumat 18 Juni 2021.

Matahari dan Bintang - Bintang, mengantar Sruti Respati untuk bercerita tentang bagaimana dirinya melihat banyak kegelisahan sejak masa pandemic tahun 2020, dimana semesta serasa sedang hibernasi dan memulihkan energinya dari kelelahan panjang. 

"Namun walaupun demikian sesungguhnya alam tetap setia merawat kehidupan Matahari tetap bersinar, Bintang - Bintang tetap menerangi malam dan menyemai benih - benih mimpi dan harapan," ucap Sruti di sela acara launching lagu tersebut, pada Jumat (18/06/2021), di kawasan Mayang, Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Lewat karya baru berjudul "Taiyou (Matahari)" dan "Bintang - Bintang" ini pula, menurut Sruti, menjadikan sebuah kesempatan untuk mengapresiasi alam semesta yang dapat memberikan energi baru di masa pandemic ini.

"Melalui alam semesta, kita sedang dibersihkan, dipulihkan, dimurnikan, diberi energi untuk menjadi baru. Dengan menyatu pada alam, kita akan menjadi kekuatan bagi semesta untuk merawat kehidupan. Pandemic ini adalah berkah karena diberi kesempatan mengapresiasi semesta melalui karya baru berjudul "Taiyou (Matahari)" dan "Bintang-Bintang", ungkap sarjana Sastra Jawa yang juga penari bertalenta itu.

Taiyou, lanjut Sruti Respati, merupakan lagu yang dinyanyikan dengan bahasa Jepang bergenre musik keroncong berjudul Matahari ciptaan Robertus Grassianus yang sebenarnya telah diperdengarkan kepada dirinya pada akhir tahun 2019, sebelum pandemic Covid 19 mewabah, namun akhirnya baru dapat terealisasi tahun 2021 ini. 

Dalam menerjemahkan lirik lagu Taiyou kedalam bahasa Jepang, Sruti mengaku dibantu seorang teman yang berada di Jepang bernama Kayo Kimura. Sruti memahami, Taiyou (matahari) memiliki makna mendalam karena Matahari memiliki peran kunci dalam keberlangsungan kehidupan peradaban dan semesta.

"Dalam Lagu Taiyou saya diiringi oleh Keroncongisasi yang terdiri dari anak-anak muda Solo, dan saya juga berkolaborasi dengan adik saya yang tinggal di USA, Jackson Chase juga dengan perupa Nasirun dari Jogja, dibantu oleh ide kreatif penulis dan sutradara Agus Noor, juga karya rupa dari Maestro Nasirun, akhirnya movie klip bisa terealisasi," tutur 'sinden' mungil berparas ayu itu.

Sedangkan tentang lagu Bintang- Bintang, Sruti mengatakan lagu itu diberikan kepada dirinya pada Juni 2020, yang lalu ditulis liriknya pada 25 Juni 2020. Karena pandemic Covid 19 pula, lagu Bintang- Bintang pun baru dapat terealisasi di tahun 2021. 

"Bagi saya, setiap impian akan selalu bertemu dengan harapan dan jalan. Dalam lagu Bintang - Bintang, saya berkolaborasi dengan Saka Praja Kempot putra alm Didi Kempot, Bintang Indrianto - Bassist Indonesia dan Nasirun sang Maestro Perupa Indonesia. Saya bersyukur karena dalam lagu Bintang - Bintang ini saya diberi kesempatan berkolaborasi dengan para Bintang," pungkas  putri dari dalang kenamaan Sri Joko Rahardjo asal Klaten itu.

Sementara itu, Robertus Grassianus selaku komposer sekaligus music aranger mengungkapkan, proses penggarapan lagu Bintang - Bintang pada awalnya dia ciptakan mulai notasi, ritme dan musik iringan saja. Robertus Grassianus lantas mengimajinasikan seorang penari balet menari dengan diiringi irama keroncong.

"Disitu saya hanya membayangkan bahwa notasi dan ritme yang saya bikin menggambarkan gerakan seorang penari balet yang diiringi dengan irama musik bergenre keroncong yang sebelumnya belum pernah dilakukan atau belum pernah ada. Setelah notasi dan ritme itu sudah jadi, begitu saya kasihkan ke Sruti Respati dan diberi lirik, jadilah lagu Bintang - Bintang," jelasnya.

Sedangkan dalam proses notasi maupun syair pada lagu Taiyou, lanjut, Robertus Grassianus, seratus persen digarapnya. Bentuk lagu Taiyou, dikatakan sebagai keroncong asli dengan 28 birama yang diberinya judul dengan bahasa Indonesia, yaitu Matahari.

"Konsepnya adalah benar - benar seratus persen matahari. Bahwa matahari adalah sebagai sumber kehidupan, sumber cahaya dan sumber dalam alam semesta ini," terangnya.

Sentuhan musik keroncong asli yang dibawakan dengan lirik berbahasa Jepang pada lagu Taiyo, menurut sang komposer, sengaja diciptakan sebagi kreasi baru yang berbeda dari sebelumnya.

"Saya ingin mencoba hal yang berbeda dimana keroncong Taiyo ini dibawakan dalam bahasa Jepang. Kalau lagu saya menciptakan ritme dan musiknya itu sekitar dua jam saja, namun begitu dikemas dalam genre keroncong, pada prakteknya membutuhkan waktu berhari - hari hingga sekitar satu minggu untuk masing - masing lagu," tutupnya.

(Pewarta : Kacuk Legowo)

Related News